getting time...

Polisi Gerebek Kontrakan Yayasan An-Nur Muhyan

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Kamis, 18 Maret 2010 00:19 wib
Ilustrasi (Foto Koran SI)
Ilustrasi (Foto Koran SI)

DEPOK- Polsek Pancoran Mas, Depok melakukan penggerebekan terhadap sebuah rumah kontrakan yang dipakai untuk menampung anak-anak jalanan. Penggerebekan tersebut dilakukan karena diduga kontrakan tersebut dijadikan tempat pacaran.

Pantauan okezone di lokasi, penggerebekan dilakukan di sebuah rumah di RT 3, RW 20, Citayam, Pancoran Mas, Depok. Informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan karena adanya aduan masyarakat yang merasa terganggu dengan kehadiran puluhan anak-anak jalanan yang tinggal di kontrakan tiga petakan itu.

"Saya setuju anak-anak itu dibawa, kontrakan ini suka dipakai buat pacaran dan kalau malam-malam mereka berisik, mengganggu tidur warga,” ujar Siti, salah seorang warga yang rumahnya berhadapan dengan lokasi penggerebekan, Rabu (17/3/2010) malam.

Menurut dia, kontrakan tersebut dimiliki oleh sebuah yayasan sosial bernama Yayasan An-Nur Muhyan. Yayasan tersebut menampung sekira 60 anak-anak jalanan. Salah seorang pengurus yayasan, Nur Anisa mengaku belum memiliki izin mendirikan yayasan di lokasi tersebut.

"Anak-anak itu memang sengaja kami tampung supaya tidak berkeliaran di jalan. Di sini mereka diajarkan pendidikan usia dini dan pendidikan rohani. Mereka juga dikasih makan tiga kali sehari. Saat ini kami sedang mengurus surat izin ke RW," terang Nur kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua RW  20 Wagiman sempat curiga dengan kehadiran puluhan anak-anak jalanan di wilayahnya. "Tapi saya nggak tahu kalau kontrakan itu dijadikan penampungan anak-anak jalanan, saya kira pengontrak biasa," kata Wagiman.

Kini, 20 anak jalanan yang berhasil dijaring polisi Polsek Pancoran Mas sudah dibawa ke Mapolsek Pancoran Mas untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (bul)

(ful)

  • made Pramasti » 0 Tanggapan
    Hati-hati menyikapi modus operandi pendirian yayasan, jangan-jangan hanya kedok untuk menghimpun para pengemis untuk kepentingan para pendirinya. Bukan curiga sih !, tapi masih adakah zaman sekarang orang mau bersusah payah memikirkan nasib orang lain ?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.