Pengelola Yayasan Diduga Eksploitasi Anak Jalanan

|

Ilustrasi anak jalanan (Foto: dok.okezone)

Pengelola Yayasan Diduga Eksploitasi Anak Jalanan

DEPOK - Jamal dan Nur Annisa, dua orang pengurus Yayasan An Nur Muchyan ditangkap polisi, guna dimintai keterangan atas dugaan tempat penampungan anak jalanan ilegal di RT003/RW20 Citayam, Pancoran Mas, Depok.  

Keduanya dijaring lantaran diduga sengaja memanfaatkan dam mengeksploitasi puluhan anak jalanan, yang rata-rata bekerja dengan mengamen.

 

Diduga, modus yang digunakan adalah dengan menjaring anak jalanan, memberikan tempat penampungan, dan mewajibkan anak jalanan menyetor sejumlah uang kepada anak jalanan. Selain itu, saat dirazia, tidak ada bukti satu pun buku pelajaran ataupun papan tulis sebagai alat belajar mengajar.

 

Kapolsek Pancoran Mas Depok AKP Ana Rohana mengatakan, rumah kontrakan yang digunakan sebagai tempat penampungan baru berjalan satu bulan, dengan biaya kontrakan Rp5 juta per tahun. Ana menegaskan, pihaknya telah mengecek para pengurus yayasan yang terbukti tak mengantongi izin dari Dinas Sosial.

 

“Tempat penampungan itu tidak laik, seluruh anak di bawah umur ditampung katanya mau dididik tapi ternyata disuruh kerja pagi pulang malam, bawa setoran. Ilegal ini, kita menyelamatkan anak-anak,” katanya kepada wartawan, Kamis (18/3/2010).

 

Salah seorang anak jalanan, Ari (14) mengaku tinggal dan bermain bersama komunitasnya di rumah penampungan tersebut sejak dua pekan lalu. Dia mengaku berasal dari Ciawi Bogor dan mencari rezeki di Depok dengan mengamen.

 

“Di tempat itu kadang ada pelajaran mengaji, kalau mengamen saya dapat Rp15 ribu sehari,” tutur Ari.

 

Polsek Pancoran Mas Depok menggerebek sebuah rumah kontrakan yang diduga dijadikan tempat penampungan anak jalanan, dan sudah membuat warga curiga. Hal itu lantaran warga kerap melihat anak-anak berpacaran dan suara gitar mereka membuat warga bising.

(lsi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pecandu Narkoba Tak Perlu Takut Melapor