getting time...

Komando Teroris dari Penjara Sudah Lama Dilakukan

Lusi Catur Mahgriefie - Okezone
Jum'at, 19 Maret 2010 10:48 wib
Ilustrasi terorisme (Foto: Koran SI)
Ilustrasi terorisme (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Kelompok yang diduga teroris di Nanggroe Aceh Darussalam, disinyalir mendapat komando dari pemain lama dalam jaringan terorisme. Parahnya, komando ini dilakukan dari dalam penjara.  
“Sebenarnya ini bukan informasi baru. Terorisme yang diatur dari dalam penjara, sudah sangat lama. Kenapa baru sekarang? Tepatnya, baru konfirm jadi bukannya tidak tahu. Kemarin-kemarin, rasanya baru tahu saja tapi belum ditelusuri jadi belum bisa dipastikan,” ujar pengamat teroris Mardigu kepada okezone, Jumat (19/3/2010).
 
Mardigu menegaskan, keyakinannya akan komando dari dalam penjara itu didapat berdasarkan hasil wawancara para tersangka teroris yang tertangkap hidup, maupun menyerahkan diri.
 
“Saya mengorek informasi dari interview langsung dan tidak langsung terhadap para teroris itu,” ucapnya.
 
Mardigu pun memberi gambaran terkait komando dari dalam sel tahanan. Pertama, pengaturan yang dinamakan semangat juang. “Itu terus dikendalikan dari dalam penjara dengan alat komunikasi yang saat ini sangat mudah didapat. Jadi penjara tidak menghentikan semangat juang mereka,” ungkapnya.
 
Kedua, lanjutnya, mereka terus melakukan perluasan pemahaman karena bagi mereka teroris itu bukan bom, melainkan pemahaman yang harus terus menerus disebar.
 
Ketiga, perekrutan dan pelatihan kaderisasi itu yang mereka katakan dominan. “Dalam tahanan mereka mendapat simpati dari dalam LP, tapi yang jelas juga untuk mereka yang ada di luar,” kata dia.
 
Lebih lanjut Mardigu menuturkan, inilah salah satu alasan mengapa aparat kerap kali menembak dan menewaskan para teroris di tempat penggerebekan, bukan menangkapnya hidup-hidup.
 
“Ini dia, kalau pimpinan ditangkap hidup-hidup lalu ditahan, mereka masih bisa terus melakukan kaderisasi dan komando. Bahkan bisa menimbulkan simpati saat menjelang eksekusi hukuman,” pungkasnya.

(lsi)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.