Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penundaan Kunjungan Obama Bukan Masalah Besar

Maria Ulfa Eleven Safa , Jurnalis-Jum'at, 19 Maret 2010 |13:13 WIB
Penundaan Kunjungan Obama Bukan Masalah Besar
Barack Obama
A
A
A

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menunda kunjungan ke Indonesia dan Australia demi meloloskan Undang-undang Pelayanan Kesehatan di Kongres AS.
 
Dalam kaitan ini, Pemerintah Indonesia tidak merasa kecewa terhadap penundaan tersebut. "Kami tidak kecewa, kami mengerti alasan kenapa Obama menunda kedatangannya hingga bulan Juni," terang Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (19/3/2010).

Marty menegaskan, Indonesia akan selalu siap menyambut kedatangan Obama. "Yang ingin kami garis bawahi adalah bahwa penundaan ini bukan suatu permasalahan yang besar," imbuhnya.

Obama, awalnya dijadwalkan akan datang ke Indonesia pada 20 Maret mendatang. Gedung Putih menginformasikan kedatangan Obama akan tertunda menjadi tanggal 23 Maret sampai akhirnya kembali tertunda hingga Juni mendatang.

Sekadar diketahui, bagi Obama, UU Pelayanan Kesehatan ini sangat penting karena terkait reformasi di bidang kesehatan dan menjadi salah satu janji kampanye.

Saat ini di AS, terjadi pro dan kontra terkait reformasi sistem kesehatan AS yang belum menemui titik temu. Bahkan Obama berencana menggunakan hak prerogatif untuk meloloskan aturan tersebut.

Reformasi kesehatan ini menjadi ajuan program Obama yang paling historis di Amerika. Lebih dari setahun Obama memperjuangkan reformasi kesehatan yang membutuhkan kehati-hatian sebab keputusannya akan mempengaruhi rakyat Amerika di seluruh lapisan sosial.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement