getting time...

2 Siswa Hamil Karena Diperkosa Akhirnya Bisa Ujian

Jum'at, 19 Maret 2010 18:18 wib
Ilustrasi.(foto croping:dok SI)
Ilustrasi.(foto croping:dok SI)

SIDOARJO - Dua siswi SMA yang hamil karena diperkosa, akhirnya bisa ikut Ujian Nasional (UN). Orang tua kedua siswa itu sudah mendaftarkan untuk ikut UN disekolahnya masing-masing. Meski demikian relawan P3A (Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak) Sidoarjo tetap akan mendampingi saat UN, Senin (22/3/2010).
 
Wakil Ketua LSM P3A Sidoarjo Suagustono menyatakan setelah pihaknya mendatangi orang tua dua siswi itu, diperoleh keterangan jika keduanya telah terdaftar dalam peserta UN.
 
“Sebelumnya orang tua siswi itu bercerita takut kalau anaknya tidak bisa ikut UN. Tapi setelah kita cek dan klarifikasi lebih lanjut ternyata sudah terdaftar di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.
 
Dua siswi sebuah SMA di kecamatan Kota Sidoarjo dan Taman itu, ternyata sudah masuk menjadi peserta UN. Suagustono awalnya mengira orang tua dan siswi itu dalam kondisi panik saat menyampaikan informasi anaknya bakal tidak bisa ikut UN.
 
“Mungkin karena bingung, saat kami datangi kedua orang tua siswi hamil itu takut anaknya tidak bisa ikut UN. Tapi syukurlah setelah kami datangi lagi dan kami cek ternyata sudah terdaftar dan tinggal ikut ujian,” tandas Suagustono.
 
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Sidoarjo Agus Budi Tjahyono mengaku lega jika dua siswi itu sudah terdaftar UN. Sejak awal, Dindik sudah meminta semua kepala sekolah (kasek) agar tetap memberikan
kesempatan yang sama kepada siswa untuk mengikuti UN.
 
“Jadi tidak ada diskriminasi terhadap siswa untuk mengikuti UN. Jadi meski hamil, tetap boleh ikut UN. Syukurlah kalau dua siswi yang hamil itu terdaftar UN,” tandas Agus Budi Tjahyono.
 
Agus Budi Tjahjono mengaku dia juga sudah bertemu dengan P3A. Dia meminta agar LSM itu berkoordinasi dengan Dindik Sidoarjo jika menemukan persoalan siswa yang berkaitan dengan proses belajar. Sehingga langkah yang diambil bisa dijalankan bersama-sama.

(Abdul Rouf/Koran SI/fit)