Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Negara Target Pengiriman TKI Akan Ditambah

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Sabtu, 20 Maret 2010 |02:11 WIB
Negara Target Pengiriman TKI Akan Ditambah
(Foto: Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) akan membuka negara penempatan baru untuk pengiriman tenaga kerja.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, awal April nanti pihaknya akan mengunjungi negara potensial sebagai negara untuk penempatan tenaga kerja baru.

Negara yang dimaksud seperti Libya, Qatar dan Libanon. Pihaknya juga akan meningkatkan potensi tenaga kerja di Uni Emirat Arab yang selama ini sudah terjalin.

Jenis pekerjaan yang akan ditingkatkan ke negara penempatan baru itu yakni perawat dan pekerja konstruksi. Jenis pekerjaan formal, tegasnya, memang akan digalakkan untuk mengurangi sektor pekerja informal. “Ke depan kita akan mengurangi pengiriman tenaga kerja informal,” jelasnya usai diskusi tentang pengangguran dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Jumat (19/3/2010).

Menakertrans juga menyatakan, kategori sukses pengiriman tenaga kerja di luar negeri ialah memperkecil pengiriman tenaga kerja informal yang standar kompetensinya rendah.

Pengiriman tenaga kerja informal, kata dia, akan semakin diminimalisir karena hanya semakin menambah masalah dalam pengirimannya, seperti pelanggaran hak azasi manusia.

Muhaimin belum mengetahui berapa jumlah tenaga kerja yang bakal dikirimkan pertahunnya ke negara-negara baru tersebut. “Akan tetapi kita usahakan jumlahnya akan lebih dimaksimalkan,” tandasnya. Untuk menambah potensi, ujarnya, pendidikan bahasa Arab, Bahasa Inggris, keterampilan khusus dan budaya menjadi agenda wajib untuk dipelajari bagi calon tenaga kerja.

Mantan wakil ketua DPR ini menambahkan, negara-negara pengiriman yang sudah menjadi langganan pengiriman buruh migrant memang masih potensial. Akan tetapi banyak Memorandum of Understanding (MoU) yang belum disepakati. Selain itu, lapangan kerja di negara lama sudah semakin terbatas dan tidak potensial untuk buruh migrant Indonesia.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement