JAKARTA - Citra pesantren terlanjur tercoreng menyusul tertangkapnya beberapa tersangka teroris jebolan pesantren, seperti Pesantren Ngruki di Jawa Timur.
Terkait kedatangan Presiden AS Barack Obama meski ditunda hingga Juni, umat Islam tidak akan melewatkan kesempatan kunjungan pemimpin negara adidaya itu ke Indonesia.
"Pesantren itu bukan sumber, sarang, atau pemasok teroris. Sudahlah ini sangat menyakitkan kalau ini didengungkan terus. Seolah-olah kita ini sarang teror, pencetak teroris. Kita ini beda dengan negara Islam lain, kita lebih moderat," terang Ketua MUI H Amidhan dalam diskusi Polemik Trijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (20/3/2010).
Islam yang diidentikkan dengan teroris, sambung dia, merupakan stigma yang berbahaya. "Itu yang ingin kita tunjukan ke Obama. Teroris Muslim di Indonesia itu ada karena Indonesia mayoritas muslim. Koruptor, maling, jambret juga orang Islam. Jangan kejahatan itu disamakan dengan agama. MUI pernah memfatwakan teroris dan bom bunuh diri itu haram," paparnya.
Teroris yang berada di Indonesia, lanjut dia, juga terkontaminasi dari luar negeri. "Lihat saja teroris itu, alumni Afganistan, Filipina Selatan, itu bukti kalau mereka sudah terkontaminasi dari luar. Tidak murni dari Indonesia," tambahnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.