getting time...

Mahasiswa Dirikan Posko Korban UN

Sabtu, 20 Maret 2010 23:24 wib
Demo tolak UN (foto: Koran SI)
Demo tolak UN (foto: Koran SI)

BANYUMAS - Untuk membantu bagi siswa yang menjadi korban ketidaklulusan dalam Ujian Nasional (UN), sejumlah mahasiswa di Purwokerto, Jawa Tengah, mendirikan posko korban UN.
 
Posko ini bertujuan agar siswa yang tidak lulus dan diperlakukan kurang adil dalam pelaksanaan ujian bisa ditampung aspirasinya dan bila perlu ditindak lanjuti ke badan hukum.
 
Posko korban UN ini didirikan sejumlah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto di kompleks Kampus Karang Wangkal, Kelurahan Grendeng.
 
Sejumlah mahasiswa yang menjadi relawan posko korban UN ini memang sengaja mendirikan posko tersebut untuk membantu siswa yang tidak lulus ujian atau yang merasa tertekan dengan angka standar kelulusan yang dianggap tinggi.
 
Tak hanya itu, bagi siswa yang merasa berprestasi namun saat UN tidak lulus, para relawan ini juga siap membantu dengan memberikan masukan kepada pihak terkait, apakah tahun depan UN perlu dilanjutkan atau tidak.
 
Selain itu, posko ini juga untuk mencegah angka bunuh diri bagi siswa yang tidak lulus ujian, karena para relawan siap membantu memberikan motivasi bagi siswa yang tidak lulus.
 
“Kami bermaksud membantu siswa ketika dalam UN mereka mendapatkan perlakukan tidak adil atau mendapat kecurangan, bisa melapor. Perlakuan tidak adil misalnya jika ia murid berprestasi tapi tidak lulus, maka kami akan lakukan evaluasi kepada pihak terkait apakah UN masih diperlukan atau tidak,” ujar Ciptanto Budi Cahyadi, Ketua Posko Korban Unas, Sabtu (20/3/2010).
 
Para relawan berharap, bagi siswa dan juga orangtua siswa yang merasa dirugikan dengan pelaksanaan UN nanti agar tidak segan-segan mengadukan masalahnya ke posko. Meski belum bisa memberikan harapan sepenuhnya, namun para relawan berjanji akan membantu dan memberikan solusi yang terbaik bagi siswa korban UN.

(Saladin Ayyubi/Global/ram)

  • mimien manson » 0 Tanggapan
    saya adalah salah satu pendukung UN. Menurut saya itu sah-sah saja dilakukan. Kalo memang siswanya tidak mampu untuk menguasai materi berarti mereka harus mengulangi lagi. Untuk aoa ditolong?tetapi kalo menjadi korban ketidak adilan yaa itu wajib untuk ditolong...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bocah » 0 Tanggapan
    trus klo ga pake UN, pake apa dong standar klulusannya??? dah jelas orang indonesia malas2 klo blajar, dah miskin trus malas pula... duh.... pantes byk pejabat yg gelar sarjananya palsu....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jaman sekarang » 0 Tanggapan
    kayaknya anak jaman sekarang cuma menghadapi ujian aja kok berat amat ya.menurut saya biasa aja tuh ujian tiap hari juga saya bisa.....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.