DENPASAR - Sehari menjelang peringatan Hari Hening sedunia atau World Silent Day, 21 Maret besok, puluhan aktivis yang tergabung dalam Koloborasi Bali untuk Perubahan Iklim nyebur ke sungai guna membersihkan sampah plastik yang berada di Tukad Badung, Denpasar.
Sejak pukul 09.00 Wita, bersama sejumlah komponen masyarakat, mereka menyisir sungai yang membelah kota Denpasar hingga pukul 11.00 Wita.
"Kami ingin mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah plastik," kata Koodinator Aksi I Gusti Ayu Fransiska Kusuma Dewi ditemui usai aksi di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (20/3/2010).
Dikatakan Siska, saat ini adalah puncak aksi yang telah dilakukan sebelumnya mengingat besok Kamis adalah hari hening sedunia World Silent Day seperti yang dikampanyekan. Diharapkan besok, seluruh masyarakat menghentikan aktivitas seperti menyalakan peralatan listrik, kendaraan dan yang berhubungan energi, selama empat jam mulai pukul 10.00 hingga pukul 14.00 Wita
Selain mengajak masyarakat untuk bersama menjaga sungai juga sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga air bersih. "Sekalian kami peringati hari air sedunia yang jatuh 22 Maret," ucapnya.
Dari aksi bersih-bersih tersebut sebanyak 1 lusin atau 12 kantong besar berhasil dikumpulkan dan sebagian besar atau 70 persen didapatkan sampah plastik. Kondisi ini jelas memprihatinkan di mana sampah plastik yang sangat berbahaya bagi kesehatan lingkungan namun masyarakat cenderung bersikap ceroboh.
"Waktu kami membersihkan sampah di sungai tadi, banyak warga di bantaran sungai yang membuah sampah seenaknya," kata Siska. Dalam aksi tersebut, juga melibatkan beberapa komunitas anak muda seperti komunitas sepeda 'Low Rider' Denpasar, komunitas air sungai "River Club", mahasiswa dan masyarakat umum lainnya.
Terkait dukungan tandatangan yang saat ini terus dilakukan, Siska menyebut hingga kini sudah menggalang sekitar 9 ribu tanda tangan, 4 ribu di antaranya berhasil dihimpun dari masyarakat Bali. "Kami disini juga dibantu volunteer dari Jepang dan Jerman untuk mencari tanda tangan untuk dukungan World Silent Day," tambahnya.
Nantinya diharapkan bisa terkumpul hingga 10 juta tanda tangan hingga tahun 2012 mendatang untuk kemudian dibawa ke PBB sebagai prasyarat untuk menggolkan hari hening sedunia yang jatuh pada 21 Maret.
Acara diisi pula hiburan musik bertemakan lingkungan serta kampanye untuk penyelamatan dari dampak perubuhan iklim dunia yang dihadiri para pelajar dan generasi muda di Lapangan Puputan Badung.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.