Penulusuran Sex Toys (1)

Selubung Pasar Sex Toys di Jakarta

Senin, 22 Maret 2010 10:59 wib | Frida Astuti - Okezone

Selubung Pasar Sex Toys di Jakarta Lokasi penjualan sex toys. (Foto: Frida Astuti/okezone) JAKARTA - Pihak Kepolisian wilayah Kota Besar Surabaya beberapa waktu lalu melakukan razia sex toys di wilayahnya. Razia ini sontak menghenyakkan banyak pihak mengenai penjualan sex toys yang diam-diam telah menggurita di beberapa kota besar.

Di Jakarta sendiri, penjualan sex toys sudah menjadi rahasia umum. Penjualannya pun tidak jauh dari tempat prostitusi terselubung. Okezone beberapa waktu lalu mencoba menelusuri penjualan sex toys di beberapa kawasan di Jakarta.

Penjualan aksesoris pemuas kebutuhan biologis ini memang tidak secara terang-terangan. Budaya ketimuran yang masih berlaku di negeri ini, mengharuskan pembeli dan penjual melakukan transaksi secara diam-diam.

Hal ini dialami okezone ketika menyambangi kawasan Glodok, Jakarta. Sulit menemukan toko yang terang-terangan menjual aksesoris seks ini. Untuk membeli "alat  permainan" ini harus melalui jalan belakang.

Seperti yang terjadi ketika menyambangi, Lindeteves Trade Center (LTC) Glodok, Jakarta. Transaksi "nakal" ini harus diperantarai oleh seorang tukang parkir, tanpa bisa bertemu langsung dengan penjualnya. Alasannya, alat aksesoris yang dijual merupakan barang ilegal, alias tidak berizin.

"Ini barang black market. Jadi cari barang apa, kita langsung ambilkan, lalu bayar di sini juga," jelas tukang parkir itu saat menemui okezone.

Tukang parkir yang tak mau menyebutkan namanya itu, menolak memberitahukan lokasi toko yang menjual aksesoris seks tersebut. Menurutnya, peraturan tidak tertulis yang berlaku pembeli hanya menunggu di tepi jalan, dan barang akan diantarkan langsung.

Dalam obrolan singkat dengan tukang parkir tersebut, diketahui aksesoris seks tersebut merupakan barang yang diimpor secara ilegal, dari Taiwan dan China.

Apa yang terjadi di Glodok, ternyata berbanding terbalik dengan di daerah Pasar Jumat, Lebak Bulus. Toko yang bernama Alay ini menyarukan dirinya sebagai toko penjual obat vitalitas pria Pil Biru, atau pembesar alat kelamin pria Arabian Oil.

Namun bila ada pembeli mencari sex toys, Alay akan langsung menyediakannya. Penjaga Toko Alay, Amin, mengaku mendapatkan perlengkapan pemuas diri itu dari pemasok di Glodok.

Sementara toko penjual alat vitalitas yang berada di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, To-Hong, menerapkan sistem yang berbeda bagi pembelinya. Layaknya makanan siap saji yang ngetren belakangan ini, pembeli hanya melakukan pesanan melalui telepon, tanpa harus datang ke toko.

"Kalau aksesoris harus pesan dulu, nanti kita antar," tukas singkat si penjaga toko yang enggan menyebutkan namanya. (hri)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »