Penjual Sex Toys Tak Takut Dirazia

|

Alat-alat aksesoris seks. (Foto: Frida Astuti/okezone)

Penjual Sex Toys Tak Takut Dirazia

JAKARTA - Sex toys atau aksesoris seks jelas-jelas tak memiliki izin edar di Indonesia, jadi tak heran jika Kepolisian wilayah kota besar (Polwiltabes) Surabaya merazia toko-toko penjual mainan tersebut beberapa hari lalu. Tapi takutkah para penjual sex toys di Jakarta?

"Saya nggak takut mbak," lantang penjaga toko vitalitas pria, Toko Alay, Amin, saat ditemui okezone di tokonya yang berada di Pasar Jumat, Lebak Bulus, beberapa waktu lalu.

Namun, beberapa hari lalu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar saat diwawancarai okezone, menegaskan akan memonitor peredaran sex toys di Jakarta, sebelum melakukan penggerebekan. Boy mengaku pihaknya tidak main-main dalam permasalahan ini.

"Kita akan lihat apakah tindakan tersebut melanggar hukum atau tidak," imbuhnya.

Namun apakah hal itu cukup untuk membuat gentar para penjual "mainan" orang dewasa ini? Ternyata tidak. Karena mereka punya kunci yang bisa digunakan untuk mengelak.

"Banyak juga polisi sini kalau beli obat kuatnya di sini mbak," kata Amin dengan entengnya.

Polwitabes Surabaya sendiri saat melakukan razia "mainan itu beberapa waktu lalu, bersandar pada UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 196 yang mengatur peredaran alat kesehatan yang tidak memenuhi standar, dan Pasal 197 yang mengatur peredaran alat-alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar. Para penjual sex toys diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dengan denda sekira Rp1,5 miliar.

Pantauan okezone, beberapa lokasi di Jakarta yang disinyalir menjadi kawasan penjual sex toys, yakni Pasar Jatinegara, Pasar Senen, Cempaka Putih, Lebak Bulus, dan pusatnya Glodok. Semua penjual di wilayah tersebut menyarukan dirinya dengan berjualan obat vitalitas pria.

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Perempuan Korban Kekerasan di Medsos Disarankan Lapor