getting time...

Muhammadiyah: Subuh Kepagian Bukan di Indonesia

Dede Suryana - Okezone
Kamis, 25 Maret 2010 08:51 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Ketua Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar,  menampik telah mengeluarkan pernyataan bahwa waktu salat subuh di Indonesia terlalu pagi.

Syamsul Anwar mengaku heran dengan pemberitaan yang beredar bahwa Muhammadiyah mengklaim waktu subuh kepagian.  
“Padahal kami mengatakan, waktu (salat subuh) yang dipakai di Indonensia sudah pas, namun kami mengagendakan pembahasan pedoman hisab muhammadiyah, termasuk waktu salat, gerhana, dan salat subuh yang sementara pihak ada yang mengatakan kepagian,” ujarnya saat berbincang dengan okezone melalui telepon, Kamis (25/3/2010).
 
Saat itu, lanjut Syamsul, dijelaskan pula tentang adanya perbedaan waktu salat subuh di negara-negara di Eropa dan negara yang letak geografisnya di atas 20 derajat lintang utara.
 
“Seperti saya menyebut waktu salat subuh di Mesir yang berada pada 19,5 derajat lintang utara atau Maroko yang ada di 18 derajat lintang utara, itu waktu subuh lebih lambat. Dan itu yang akan kita kaji saat Munas Tarjih besok,” jelasnya.
 
Khusus di Indonesia, kata dia, waktu subuh yang saat ini dipakai memang sudah pas, karena letak geografis Indonesia berada di kawasan Khatulistiwa.
 
“Munurut hitung-hitungan Muhamadiyah juga waktu yang dipakai di Indonesia memang sudah pas,” pungkasnya.

(ded)

  • afin » 0 Tanggapan
    media jg harus objektif dalam melakukan pemberitaan...sehingga yg muncul bukan substansi tapi kontroversinya...saya rasa klarifikasi dr prof.syamsul anwar sudah tepat dan di kalangan internal muhammadiyah hal tersebut sudah clear...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Gugi Dawn » 0 Tanggapan
    Kau yg memulai, kau yg mengakhiri.... (Kristina - Jatuh Bangun). Oalah piye toh pak, jd maksud anda media yg salah dlm menafsirkan. Umat jadi bingung mana yg salah mana yg bener.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.