JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menghadiri perayaan secara nasional hari raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1932. Perayaan yang juga disebut dengan Dharma Santi itu akan dilaksanakan di GOR A Yani, Mabes TNI, Cilangkap, pada 4 April mendatang.
Kepastian kehadiran Kepala Negara di tengah-tengah umat Hindu dalam perayaan Nyepi itu disampaikan Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1932 di Jakarta, Sabtu (27/3/2010).
Nyepi, Tahun Baru Saka 1932 jatuh pada Selasa 16 Maret lalu. Umat Hindu melaksanakan Dharma Santi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian upacara keagamaan dalam menyambut Nyepi, yakni Melasti, Tawur Agung Kesanga, Pangerupukan, Brata Penyepian, dan Ngembak Geni.
Dharma Shanti dilaksanakan untuk mewujudkan perdamaian di antara sesama umat manusia, karena melalui acara ini, umat Hindu diajarkan untuk dapat saling memaafkan dengan hati dan pikiran yang suci dan ikhlas. Kegiatan penutup dari seluruh rangkaian perayaan Nyepi ini sekaligus menjadi pembuka yang baik bagi umat dalam memasuki tahun yang baru.
Melalui seluruh rangkaian perayaan Nyepi, umat Hindu melaksanakan falsafah hidup Tri Hita Karana, atau tiga sumber kesejahteraan. Falsafah ini mengajarkan bahwa manusia hanya dapat mencapai kesejahteraan hidup apabila menyelaraskan hubungan dengan Tuhannya, hubungan dengan alam lingkungannya dan hubungan dengan sesamanya.
Ketua Umum Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1932, Retaya B Kentjanawathy Suwisma selain menyampaikan undangan kepada Presiden juga melaporkan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan umat Hindu dalam menyambut hari raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1932.
Berikut ini sejumlah kegiatan keagamaan maupun sosial yang sudah dan akan dilaksanakan:
1. Melasti
Upacara ini dilaksanakan untuk menyucikan alam semesta dari segala kekotoran dan kejahatan. Upacara dilaksanakan di laut atau segara, karena umat Hindu meyakini air sebagai sumber kehidupan berasal dari laut. Upacara ini dilaksanakan umat Hindu di seluruh tanah air paling lambat 2 hari sebelum Nyepi. Di Jakarta, Melasti dipusatkan di Pura Segara Cilincing pada Minggu, 14 Maret 2010.
2. Tawur Agung Kesanga
Upacara korban atau Bhuta Yajna ini, merupakan korban suci yang ditujukan kepada penguasa kekuatan alam raya. Caru atau korban berupa sesajen, digunakan oleh Pendeta sebagai sarana untuk menormalkan atau mengharmoniskan kembali situasi alam raya. Di Jakarta Tawur Agung Kesanga antara lain dilaksanakan di Pura Aditya Jaya, Rawamangun pada Senin, 15 Maret 2010. Sementara pada saat yang sama umat Hindu di Denpasar melaksanakan Tawur Agung di lapangan Puputan. Sedangkan umat di Jawa Tengah dan Yogyakarta melaksanakan Tawur Agung Kesanga di pelataran Candi Prambanan.
3. Pangerupukan dan Pawai Ogoh Ogoh
Tradisi yang menggambarkan kesiapan umat Hindu memasuki tahun baru dengan keadaan yang lebih baik karena adanya keharmonisan alam semesta. Selain pawai Ogoh Ogoh, acara yang dipusatkan di Monumen Nasional (monas) pada Senin, 15 Maret 2010 ini juga diisi dengan gelar budaya yang melibatkan berbagai kelompok etnis dan agama.
4. Catur Brata Penyepian
Puncak dari perayaan Nyepi pada 16 Maret 2010 ini dilaksanakan umat Hindu dengan menjalankan empat Brata Penyepian, yakni amati gni atau tidak menyalan api, amati karya atau tidak melaksanakan pekerjaan, amati lelungan atau tidak bepergian, dan amati lelangunan atau tidak menikmati hiburan.
5. Bhakti sosial berupa pembagian sembako dan pengobatan secara gratis bagi warga kurang mampu di RW 04, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada Sabtu, 20 Februari 2010. Kegiatan serupa juga digelar setiap akhir pekan selama bulan Februari 2010 di Pura Adhitya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur.
6. Bhakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis dan pembagian 700 bibit pohon pala untuk penghijauan bagi warga Padukuhan Sidorukun, Pekon atau desa Kota Agung, Campang 3 dan Tanjung Anom di Tanggamus, Lampung pada Minggu, 28 Maret 2010
7. Seminar sehari dengan tema pluralisme, multikultur dan perdamaian semesta, yang digelar umat Hindu bersama Universitas Indonesia di Depok pada Sabtu 27 Maret 2010
8. Gelar Budaya dan Sarasehan di Pendopo Mandala Wisata, Prambanan, Klaten pada Minggu, 14 Maret 2010.
Dengan berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial di atas, umat Hindu berharap dapat mengisi perayaan Nyepi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama, termasuk membangun solidaritas dan toleransi antar umat beragama.
(mbs)