BANDUNG - Banjir di Jawa Barat sejak awal Februari lalu membuat 13 ribu hektare lebih areal pesawahan rusak. Tiga ribu hektar sawah di antaranya mengalami puso. Kerugian pertanian akibat banjir tersebut mencapai Rp24 miliar.
Menyikapi bencana tersebut, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jawa Barat saat ini telah menyiapkan stok benih pengganti bagi petani sebanyak 276 ton.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Endang Suhendar, lahan pesawahan seluas 13 ribu hektare itu dipastikan rusak dan harus ditanami kembali.
"Ini terjadi di Kabupaten Bandung dan Karawang yang terkena langsung limpahan banjir Sungai Citarum," ujarnya kepada wartawan, Senin (29/3/2010).
Endang mengatakan, dari 13.000 hektare areal pesawahan yang terendam, 3.000 hektare sawah dipastikan puso.
"Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp24 miliar. Namun kerugian ini masih lebih kecil dengan kerugian tahun 2009 lalu, sebanyak 42.650 hektar terendam dan 14.700 hektar sawah puso," terangnya.
Lebih jauh Endang mengatakan, upaya yang dilakukan terkait bencana banjir tersebut adalah menyiapkan sebanyak 276 ton bagi petani. "Kita sedang melakukan pendataan para petani yang lahannya terkena banjir dan mengalami puso," pungkasnya.
(teb)