BARRU - Seekor ikan paus berukuran 13x3 meter, terdampar di Pantai Lojie Dusun Lojie,Desa Bojo, Kecamatan Mattirotasi,Kabupaten Barru.Peristiwa itu menghebohkan serta menjadi tontonan warga.
Salah seorang tokoh masyarakat Rauf mengatakan, ikan tersebut terdampar sejak Minggu (28/3) lalu.Namun saat itu, ikan tersebut masih dalam keadaan hidup. Bukan hanya ikan yang diperkirakan berjenis kelamin betina itu yang terdampar, seekor ikan paus yang lebih kecil, juga turut terdampar.
Saat terdampar,kata Rauf, ikan tersebut masih dalam keadaan hidup, namun telah lemas.Sementara paus yang lebih kecil tersebut, berhasil menyelamatkan diri ke laut.Sedangkan ikan yang lebih besar,mati setelah beberapa jam terdampar di pantai yang kedalamannya tidak lebih dari satu meter itu.
“Ikannya berwarna hitam dan masih hidup saat terdampar.Tidak lama kemudian, ikan itu mati. Sementara seekor lagi yang dipastikan anak ikan itu,berhasil menyelamatkan diri. Saat ini, ikan itu kelihatan telah membusuk.Dan biasanya warga mengambil tulang ikan paus, untuk dijadikan obat,”kata dia.
Meski tulang ikan itu dijadikan obat,namun warga di lokasi kejadian hanya membiarkan ikan itu membusuk. Mereka juga tampak menjadikan paus itu sebagai bahan tontonan. Meski berada sekitar 300 meter dari darat, namun warga tampak antusias menyaksikan ikan itu dari dekat.
Bahkan beberapa warga, rela menyewa perahu untuk melihat ikan itu dari dekat.Dari dekat,ikan tersebut telah membusuk. Di sekitarnya, tampak busa berserakan yang keluar dari badan ikan itu.Kulit ikan juga sudah tampak tak licin lagi,namun sudah kelihatan terkelupas dan melepuh. Puluhan ekor burung gagak, tampak terbang di sekitar lokasi ikan itu terdampar.
Salah seorang warga Ifan menambahkan, bukan kali ini saja ada ikan paus terdampar di tempat itu. Beberapa tahun lalu, seekor ikan paus juga terdampar di pantai itu. Namun dikatakan, ikan yang kali ini terdampar jauh lebih besar dibanding sebelumnya.
Terpisah, Kapolsek Mattirotasi AKP Muh Nasir yang dihubungi Seputar Indonesia membenarkan adanya kejadian tersebut.Menurutnya, ikan tersebut terdampar sejak Minggu lalu. Ikan tersebut, kata dia, telah mati pada hari yang sama. Namun dia mengaku tidak mempunyai informasi yang lebih lengkap mengenai jenis ikan itu. Dikatakan juga, pihaknya tidak memasang garis polisi di lokasi kejadian.
Bahkan, unsur pemerintahan Kecamatan Mattirotasi belum mengunjungi lokasi ikan itu terdampar. “Kita belum melihat ikan itu, dan hari ini kita akan ke lokasiuntuk mengumpulkan data lengkap terkait kejadian itu,”ungkapnya.
(M Syahlan/Koran SI/fit)