Harta Karun Dinasti Ming Diserahkan ke BMKT

|

Penyerahan barang antik (Foto: Koran SI)

Harta Karun Dinasti Ming Diserahkan ke BMKT

CIREBON - Ribuan barang antik ilegal yang diduga peninggalan Dinasti Ming yang diangkat dari perairan Blanakan, Kabupaten Subang, diserahkan ke Panitia Nasionan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di Pangkalan TNI AL Cirebon hari ini. 

 

Sebanyak 2.378 item keramik Cina hasil sitaan tersebut langsung dibawa ke gudang BMKT di Cileungsi, Bogor.

Koordinator perizinan dan administrasi panitia nasional BMKT, Dohardo Pakpahan, mengatakan barang antik berupa mangkok dan piring porselen yang diduga peninggalan abad ke-10 tersebut akan disimpan di gudang khusus BMKT.

 

“Gudang khusus tersebut disiapkan agar benda-benda berharga tersebut bisa terawat dan terjaga,” kata Dohardo.

Dia mengungkapkan, Indonesia sebagai negara kepulauan memilik potensi laut yang besar, seperti banyak terdapat barang antik BMKT. Disebutkan, di perairan Indonesia, ada sekira 463 titik lokasi yang diduga terdapat harta karun dari kapal-kapal yang karam. Titik tersebut antara lain tersebar di laut Jawa bagian utara, perairan Belitung, Selat Karimata, Tuban, dan Selayar.

“Untuk mengangkat BMKT, kami memberikan kesempatan kepada investor dari pihak swasta, namun mereka harus menempuh prosedur yang ketat dan harus mendapatkan izin dan rekomendasi dari tim teknis yang anggotanya terdiri dari 15 instansi yang tergabung dalam Panitia Nasional BMKT,” ungkap Dohardo.

Dia menjelaskan, kewenangan pemberian izin survei maupun pengangkatan diberikan berdasarkan lokasi ditemukannya BMKT. Jika letaknya berada pada 0-4 mil, yang berwenang mengeluarkan adalah bupati, 0-12 merupakan kewenangan gubernur, sementara jika letaknya di atas 12 mil merupakan kewenangan Kementrian Kelautan dan Perikanan.

 

“Adapun titik koordinat untuk kegiatan survei, tiga mil dari titik pusat, sedangkan kegiatan pengangkatan satu mil,” jelasnya.

Menurut dia, saat ini di Jawa ada lima perusahaan yang mendapat izin survei, sementara yang mendapatkan izin pengengkatan baru satu perusahaan, yakni PT Comexindo. Menurutnya, hingga kini baru ada 10 titik yang berhasil dilakukan pengangkatan. Kesepuluh titik tersebut antara lain berada di perairan Blanakan Subang, perairan Buaya Wreck Batam, perairan Karang Cina, Kepulauan Seribu, perairan Intan Cargo Selat Gelasa Bangka Belitung, perairan Karangsong, Indramayu, Teluk Sumpat Pangkal Pinang, Karang Heliputan Tanjung Pinang, Karawang, Belitung Timur, dan Jepara. 

 

“Mei mendatang rencananya kami akan melakukan lelang untuk penemuan harta karun di Cirebon pada 2003 lalu yang jumlahnya mencapai 271 ribu item yang terdiri dari keramik, batu rubby, emas, serta logam berharga lainnya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, tidak semua barang nantinya akan dilelang. Barang yang memiliki sifat khusus akan disimpan di cagar budaya, sedangkan sisanya akan diusulkan ke Menteri Keuangan untuk dijual.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    BNP2TKI Kirim Tim ke Mesir Proses Pemulangan TKI Ilegal