JOMBANG- Sekira 5.000 pelayat pada malam ini berduyun-duyun memadati komplek pemakaman Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, untuk mengikuti acara puncak peringatan 100 hari meninggalnya Gus Dur.
Jumlah ini diperkirakan jauh lebih sedikit ketimbang peringatan 40 hari meninggalnya Gus Dur, beberapa waktu lalu.
Pantauan di lapangan, Kamis (8/4/2010) malam, puluhan kendaraan yang mengangkut pelayat terpaksa harus diparkir di sebuah lapangan yang berjarak sekira 3 kilometer dari Pesantren Tebu Ireng. Itu karena Jalan Raya Pare-Jombang untuk sementara ditutup, sehingga para peziarah harus berjalan kaki menuju makam Gus Dur.
Acara puncak 100 hari peringatan meninggalnya Gus Dur sendiri dimulai setelah salat Isya. Acara dibuka KH Salahudin Wahid dari perwakilan keluarga. Sedangkan pembacaan surat Yaasin dipimpin KH Ahmad Fatoni dari Mojokerto. Untuk pembacaan tahlil dipimpin Ustad Chariris Shakih, alumnus Pondok Pesantren Madrastul Qur'an Tebuireng.
KH Maimun Zubair atau Mbah Mun kebagian memimpin doa. Tampak hadir dalam acara ini mantan Menteri Agama, Tolchah Hasan, serta sejumlah kerabat Gus Dur. Di antaranya Yeni Wahid bersama suaminya Dhohir Farisi, Alissa Wahid, serta Inayah Wulandari. Sedangkan saudara Gus Dur yang sudah datang adalah Aisyah Wahid dan Lily Chadijah Wahid.
Gus Sholah dalam acara ini menyatakan wajar peziarah makam Gus Dur seolah tidak pernah berhenti. Itu lantaran semasa hidupnya Gus Dur juga rajin berziarah ke makam para auliya’ serta tokoh agama di berbagai penjuru nusantara.
(Tritus Julan/Koran SI/ful)