JAKARTA – Mabes Polri melaporkan TVONE ke Komisi Penyiaran karena dituding merekayasa narasumber markus di Mabes Polri.
Manajer Umum Pemberitaan TVOne Totok Suryanto membantah tudingan tersebut. Menurutnya TVOne tidak pernah mengkondisikan atau merekayasa narasumber.
“Kami jamin dan kami pastikan bahwa TV ini tidak pernah punya niatan apalagi dengan sengaja merekayasa. Karena tidak ada dalam kamus kami untuk merekayasa apalagi karena ini menyangkut hal yang sangat prinsip,” kata Totok saat dihubungi wartawan, Kamis (8/4/2010).
Totok menyatakan menghormati yang disampaikan Mabes Polri bahwa telah menangkap seseorang yang disebut sebagai markus yang menjadi narasumber di TV One. Namun sampai kini, pihaknya belum pernah melihat apakah benar orang yang ditangkap itu adalah narasumber yang diundang TV One atau bukan.
Sementara itu mengenai isu, bahwa narasumber itu dibayar Rp1,5juta untuk menjadi narasumber palsu, Totok mengatakan bahwa nara sumber memang diberikan honor yang jumlahnya disesuaikan dengan kondisi narasumbernya.
“Sebetulnya ini masalah yang sedikit rahasia yang menyangkut uang. Okelah kami jelaskan, karena yang jadi narsum itu kami memang memutuskan memberikan honor.Tentu jumlahnya Kadang kita sesuaikan juga dengan kondisi narumnya. Misalnya begini kami pernah mengundang narsum rumahnya di Subang, Jabar. Karena lokasi Subang ke sini tuh bisa sehari dan juga pedagang, maka kami rasionalkan lebih dari segitu. Misalkan Rp2 juta,” jelasnya.
Totok kemudian ditanyakan terkait Andris Ronaldi yang diundang TVOne. “Saya belum tahu secara detil namanya. Tapi begini lah prinsipnya. Bahwa yang disampaikan Mabes Polri kami hormati. Tentu apakah sama persis namanya belum tahu. Karena belum ada komunikasi dengan Mabes Polri tentang itu. Tapi dalam kerangka besarnya setiap program berdasarkan prosedur bagaimana sebelum, saat, dan setelah siaran selalu ada prosedurnya,” jelas Totok.
Sementara itu menurut dia TV One sampai saat ini belum mendapat surat resmi dari Mabes Polri. Meski demikian jika sewaktu-waktu pihaknya ingin dikonfrontir dengan narasumber yang disebut fiktif itu, Totok menyatakan siap.
“Insya Allah kami siap. Karena Mabes Polri kan sangat dekat dengan kami,” pungkasnya.
(fit)