Duel Maut, Anak Tewas di Tangan Bapak

|

ilustrasi

Duel Maut, Anak Tewas di Tangan Bapak

KENDAL– Kisah tragis perkelahian antara bapak dan anak kembali terjadi. Duel maut kemarin pagi terjadi di Desa/Kecamatan Brangsong RT 01/IV,Kendal, Jawa Tengah.

 

 

Korban Ahmadi (30), tewas setelah berduel dan bapaknya Sumadi (78), anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Korban tewas setelah dadanya tertusuk pisau hingga tembus ke jantung. Belum jenis motif perkelahian itu. Namun antara korban dan pelaku sering bertengkar. Bahkan korban malamnya sempat minta uang sebesar Rp3 juta untuk menebus sepeda motor Yamaha Jupiter yang dipinjam temannya.

 

Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian, duel antara bapak dan anak terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, Senin 12 Januari 2010. Sesaat sebelum peristiwa berlangsung, korban masih tidur di kamar depan.

 

Saat kejadian, yang berada di rumah hanya tiga orang, yakni korban, ayahnya,dan adiknya Sutanah. Karena sudah siang, sang bapak membangunkan anaknya agar segera berangkat bekerja. Namun, seusai dibangunkan pelaku, korban langsung mengambil pisau yang disimpan di kamar tidur. Korban langsung menyerang bapaknya. Terjadi perkelahian di dalam kamar. Saat korban hendak menyabetkan pisau, pelaku berhasil menepisnya dengan tangan kiri.

 

Tragisnya, korban justru terjatuh dan pisau langsung menancap di dada kiri hingga tembus ke jantung. Darah mengucur deras dari dada korban saat berlari keluar rumah dan meminta pertolongan. Karena darah yang keluar cukup banyak, korban tewas di pinggir Kali Blutkukan berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.

 

“Korban sudah banyak mengeluarkan darah saat berada di pinggir Kali Bluthukan ini,” kata tetangga korban, Mundakir (50). Kapolsek Brangsong AKP Priyo S Pramono ketika dikonfirmasi mengaku masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

 

Psikolog UniversitasDiponegoro (Undip) Semarang Achmad Mujab Akung mengatakan, akumulasi kekecewaan bisa membuat seseorang berbuat nekat. Seharusnya pertalian antara orangtua dan anak bisa meredam gesekan yang terjadi.

 

“Dilihat dari profil psikologis pelaku kemungkinan agresif yang berlebihan sehingga berpotensi melakukan pembunuhan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kapolda Sumut: Penusukan Brimob Bukan Rentetan Bentrok di Batam