Anand Krishna Suka Dipijit di Bagian Sensitif

|

Anand Krishna (Foto: aumkar.org)

Anand Krishna Suka Dipijit di Bagian Sensitif
DENPASAR - Satu per satu korban dugaan pelecehaan seksual Anand Krisna mulai bersuara. Salah satunya perempuan berinisial Sum yang mengaku sering diminta memijat bagian sensitif pria yang disapa Guru AK tersebut.  
Sum mengaku sudah 10 tahun bekerja dengan Anand. “Saya sering diminta memijit Guru AK di kamarnya,” aku Sum saat memberikan kesaksian di hadapan media di rumah tokoh Spiritual Bali, I Gusti Ngurah Harta, Jalan Citarum, Denpasar, Rabu (14/4/2010).
 
Dikatakan Sum, sebagai terapis dirinya termasuk murid kesayangan Guru AK, karena setiap kali Anand merasa kecepakan, selalu dirinya yang diminta memijat.
“Saya 10 tahun sebagai terapis di Jakarta Pusat, sejak lima tahun ini, saya dikirim sebagai terapis di Ayurweda di Asram Ananda di Bali,” katanya didampingi kuasa hukum Tim Pembela Korban Anand Krisna TPKAK, Agung Mattauch dan Teresia Purba.
 
“Sering saya diminta memijat di kamar dalam keadaan terkunci. Kadang Guru AK memakai celana pendek atau celana kolor saja,” ungkapnya. Karena di dalam kamar hanya berdua itulah, Sum tidak kuasa menolak ketika tokoh yang dikaguminya itu, meraba-raba bagian anggota tubuhnya yang terlarang.
 
Biasanya, Anand awalnya hanya meminta dipijat di bagian kaki, namun perlahan Sum diminta memijat bagian sensitif Anand, di bagian ini biasanya Guru AK minta saya memijat cukup lama,” ujarnya.
 
Padahal, lanjut Sum, dia sebenarnya merasa risih ketika harus menuruti keinginan Anand. Tragisnya, pada saat bersamaan dia harus menahan gejolak untuk memberontak ketika bagian tubuhnya diraba raba Anand.
 
“Saya sebenarnya mau memberontak, namun tidak bisa ngomong. Kemudian saya cerita ke suami yang awalnya juga tidak percaya dengan apa yang saya alami,” tuturnya.
 
Sum mengaku kaget, ketika belakangan sejak kasus pelecehan seksual muncul, sang Guru AK, mulai menunjukkan gejala aneh. Ketika dipijit, Anand mulai menekan-nekan daearah payudara.
 
Akhirnya Sum memutuskan untuk keluar dari Asram karena sudah tidak tahan dengan prilaku Anand. Hingga kini, Sum masih berkonsultasi dengan kuasa hukum dari TPKAK guna mencari kemungkinan melaporkan dugaan pelecehan suksual yang dialaminya itu. “Tidak menutup kemungkinan Sum akan melaporkan ke Polda Bali sebab tempat kejadian perkaranya di Bali,” imbuh Agung dari TPKAK.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Peserta Jakarta Marathon Mulai Berlari dari Monas