JAKARTA – Masyarakat diminta tidak termakan isu yang menyesatkan bahwa pelaku pemerkosaan terhadap sejumlah anak SD di Bali belakangan ini dilakukan orang dari luar Bali yang sengaja datang untuk berbuat kriminal.
“Jangan terpancing isu seolah-olah pelaku dari orang suatu kota yang datang ke Bali untuk melakukan pemerkosaan, masyarakat jadi panik,” kata Sekjen Komnas Anak, Aris Merdeka Sirait, kepada okezone, Senin (19/4/2010).
Aris menyatakan kasus pemerkosaan seperti yang terjadi sekarang ini bukan lah barang baru.Biasanya pelaku yang sudah ditangkap ternyata diketahui adalah orang yang tidak asing bagi korban.
Menurut dia, dari berbagai pengalaman dari kasus serupa, biasanya pelaku adala orang dekat seperti keluarga, tetangga atau guru.Sebab itu, dia berharap masyarakat tidak terlalu menuduh pelaku adalah orang asing dari luar Bali.
“Contohnya seperti kasus Kolor Ijo sampai saat ini belum tertangkap. Jangan terpancing bahwa pelaku dari orang luar atau dunia asing, mistis, saya tidak yakin,” kata Aris.
Dalam beberapa bulan terakhir, korban pemerkosaan di Bali mencapai enam orang anak. Dua anak lainnya sempat diculik namun tidak diperkosa.Untuk mencari pelaku, polisi sudah menyebar sketsa orang yang diduga pelaku.
(fit)