getting time...

Pascarusuh Batam, 168 WNA di Pulangkan

Sabtu, 24 April 2010 09:01 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

BATAM - Sebanyak 168 pekerja Warga Negara Asing (WNA) PT Drydocks World dipulangkan ke negara asalnya Singapura dan Malaysia menyusul insiden bentrokan di Tanjung Uncang, Batam.

Polwiltabes Kepri, Batam, juga telah menetapkan WNA berinisial B sebagai tersangka, karena dianggap sebagai pemicu kerusuhan dengan melakukan penghinaan terhadap pekerja warga negara Indonesia.

"WNA dengan inisial B sudah ditetapkan sebagai tersangka sebagai penyebab kerusuhan," kata Penyidik Aipda Viony kepada wartawan di Batam, Sabtu (24/4/2010)

Polisi terus menyelidiki insiden bentrokan dengan memeriksa 38 WNA dan 6 WNI. Hingga kini situasi Kota Batam pascabentrokan sudah aman, meski petugas Polda Kepri dan Riau masih disiagakan di lokasi.

Seperti diketahui, tersangka berinisial B di lingkungan pabrik mengeluarkan kata ejekan yang berbau sara yakni “Indonesia Stupid” kepada karyawan lain. Kalimat inilah yang kemudian menyulut kemarahan pekerja galangan kapal tersebut sehingga menghajar WN  India.

Selain kantor dan bangunan penyimpanan barang, sedikitnya 20 unit mobil sedan hangus terbakar. Tak ada korban tewas, namun sedikitnya sembilan orang terluka: lima warga asing dan empat karyawan.

Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi memperkirakan, kerugian langsung yang diderita pengusaha akibat kerusuhan di Batam kemarin mencapai Rp10-20 miliar. (opx).
(Oca Algifary/Global/ram)

  • Indonesian Not Stipid » 0 Tanggapan
    boy, itu baru si buruh yang dengar...andai kata yg dengar kata2 loe itu amrozi....new delhi yg di bom!!!apa lagi kl kedengeran sama gw, uh bollywood yg luluh lantak...be carefull,INDONESIA nasionalisme nya tinggi!Singa tidur jangan di ganggu! selamat hari buruh....be the best!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • doddy giridewata » 0 Tanggapan
    pemerintah harus meninjau ulang kebijakan tentang tenaga asing yg bekerja di Indonesia,harus dberi persyaratan yg lebih ketat yg berkaitan dengan perlindungan kepada pekerja lokal/nasional dan kedaulatan bangsa...kita sudah sering dihina bangsa lain,baik di negeri sendiri maupun di negeri orang,oleh karena itu bangsa kita membutuhkan pimpinan republik ini yg tegas dan berwibawa,bukan peminpin boneka bangsa asing, dan semua regulasi harus berpihak kepada kepentingan rakyatnya sendiri...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.