3 Siswa Hilang Diseret Ombak Pantai Trenggalek

Jum'at, 30 April 2010 18:01 wib | Solichan Arif - Koran SI

ilustrasi.(foto:ist) ilustrasi.(foto:ist) TRENGGALEK - Empat siswa sekolah dasar asal Kabupaten Pacitan dan satu siswa MTs asal Kabupaten Trenggalek terseret ombak Pantai Selatan Konang, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Dua orang siswa berhasil diselamatkan nelayan. Sedangkan tiga lainya hilang dan dipastikan meninggal dunia.
 
Tiga korban sampai hari ini masih dalam pencarian Tim SAR Trenggalek dan petugas kepolisian setempat. Ketiganya adalah Imam Sopingi, 13 siswa MTsn Panggul, Kecamatan Trenggalek, dan Joko serta Supriyono, siswa SD Negeri Sambirejo, Kabupaten Pacitan.
 
Dua korban yang berhasil diselamatkan nelayan adalah Bayu dan Ulum siswa SD Negeri Sambirejo, Kabupaten Trenggalek. Bayu sudah pulang ke Pacitan, sementara Ulum masih dirawat di Puskesmas Panggul. Semua korban, kecuali Imam Sopingi masih duduk duduk di kelas enam SD.
 
Menurut keterangan Supardi, (37) salah seorang nelayan setempat pantai Konang, musibah tersebut berlangsung Kamis 29 April pukul 17.00 Wib sore. Saat asyik mandi di pinggir pantai, gelombang besar tiba-tiba datang dan menyeret korban ke tengah lautan.
 
“Karena tidak ikut mandi, korban bernama Bayu tidak terseret. Ia berteriak meminta tolong ketika menyaksikan teman-temanya terseret ke tengah lautan,” ujarnya kepada wartawan Jumat (30/4/2010).
 
Sejumlah nelayan yang mendengar teriakan Bayu langsung memberikan pertolongan. Ulum yang dalam keadaan tak sadarkan diri berhasil dibawa ke daratan. Sementara tiga korban lainnya langsung lenyap bersama gemuruhnya gelombang. ‘Saat kejadian, gelombang memang tinggi sekitar 3-4 meteran,’ terang Supardi.
 
Kelik, Ketua Tim SAR Trenggalek memperkirakan jasad ketiga korban berada di sekitar palung laut yang berjarak 2 kilometer dari bibir pantai. “Posisi ketiga korban diduga tertimbun pasir laut bawah palung. Dan memang cukup sulit untuk mencarinya,” ujarnya.
 
Sampai saat ini para personel SAR dibantu aparat kepolisian setempat masih melakukan pencarian jasad korban. Namun karena tingginya gelombang, pencarian hanya sebatas pengamatan.
 
“Karena ombak yang begitu besar, kita tidak berani untuk mendekat ke palung. Saat ini yang kita lakukan adalah pengamatan,” pungkasnya.
(Solichan Arif/Koran SI/fit)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »