Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Universitas World Class Belum Tentu Wahid!

Hermansah , Jurnalis-Kamis, 13 Mei 2010 |13:15 WIB
Universitas <i>World Class</i> Belum Tentu Wahid!
Image : Corbis.com
A
A
A

Perguruan tinggi boleh saja berangan-angan menjadi kelas dunia. Namun yang perlu diperhatikan, perguruan tinggi harus memiliki berbagai indikator yang jelas dan strategis.

”Harus jelas dunia yang mana? Karena banyak juga perguruan tinggi di negara lain yang kualitasnya masih di bawah kita,” tutur pengamat pendidikan Muhammad Surya, di Jakarta.

Di masa mendatang, persaingan di antara perguruan tinggi akan semakin kompetitif. Karena itu, sejak sekarang perguruan tinggi di Indonesia harus bisa meningkatkan kualitas dan mutunya. Mulai dari staf pendidik hingga sarana dan prasarana yang memadai.

Jika tidak, tentu perguruan tinggi yang ada di Indonesia akan “tergusur” oleh perguruan tinggi luar negeri yang masuk ke Indonesia. Hanya, hal itu jangan dijadikan sebagai alasan untuk menjadikan pendidikan Indonesia sebagai “barang dagangan.”

Di mana hanya masyarakat mampu saja yang bisa duduk di bangku perguruan tinggi yang tinggi akibat mahalnya uang pendidikan pada perguruan tinggi yang sudah berstatus kelas dunia.

Hal ini tentunya akan menjadi persoalan bagi masyarakat. Sebab diakui atau tidak,saat ini sebagian masyarakat Indonesia masih belum mampu membiayai pendidikan anak-anaknya ke tingkat perguruan tinggi. ”Kalau sudah seperti itu, tentu kualitas kelas dunia yang melekat pada perguruan tinggi tidak ada artinya,” ucap Muhammad.

Ketua Forum Rektor Indonesia Chairil Effendi menilai, membangun perguruan tinggi berdaya saing internasional sangatlah penting. Tapi yang harus disadari, memiliki kelas internasional tidak mengartikan semua menjadi serbainternasional. Melainkan mengembangkan sebuah pengetahuan yang benar-benar dikuasai oleh perguruan tinggi tersebut hingga memiliki daya saing internasional.

Saat ini tidak semua perguruan tinggi yang mampu melakukan hal itu. Sebab, masih banyak perguruan tinggi yang tidak di-back upoleh dana yang besar. Itulah sebabnya pemerintah dan stakeholders lainnya harus memberikan bantuan kepada perguruan tinggi yang kurang mampu agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Wakil Rektor Universitas Sahid Jakarta Giyatmi menjelaskan, menjadi perguruan tinggi berdaya saing internasional bisa meningkatkan persaingan sebuah perguruan tinggi.Tidak heran kalau pada saat ini hampir semua perguruan tinggi di Indonesia berlomba-lomba berusaha menjadi perguruan tinggi yang memiliki kelas internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Universitas Sahid adalah dengan mendapatkan sertifikat dari ISO 9001:2008 dan IWA- 2:2007. Dengan adanya sertifikat itu, berarti semua proses belajarmengajar di Universitas Sahid telah mendapatkan sertifikasi dan tidak perlu diragukan lagi. ”Mulai dari sistem belajar hingga kualitas dosen,”jelas dia. Dia menjelaskan, menjadi perguruan tinggi berdaya saing internasional tidak akan menjadikan masyarakat kesulitan untuk memasuki sebuah perguruan tinggi.

Pasalnya, pemerintah dan perguruan tinggi telah berkomitmen untuk memberikan jasa terbaik kepada masyarakat. Baik yang berlatar belakang golongan mampu maupun kurang mampu. Sementara Universitas Islam Indonesia (UII) serius mengembangkan berbagai program menuju upaya internasionalisasi.  Bahkan upaya tersebut tidak hanya diorientasikan untuk menembus Webometric saja.

Mereka bahkan berusaha menembus kriteria lembaga pemeringkatan lainnya, seperti Time Higher Education Suplement (THES) dan Shanghai jiao Tong yang memiliki kriteria lebih berat dari Webometric. “Untuk menuju internasionalisasi, UII serius untuk mengembangkan berbagai program,” kata Rektor UII Edy Suandi Hamid.

Edy menambahkan, sebagai bukti UII serius menembus kriteria THES, pada 2009 lalu UII sudah ikut berpartisipasi pada program QSStar yang diperuntukkan bagi perguruan tinggi di Indonesia.QS-Star ini akan mengevaluasi perguruan tinggi berdasarkan pencapaian yang telah diperoleh perguruan tinggi tertentu. “UII merupakan satu dari 15 perguruan tinggi di Indonesia yang mendapatkan penawaran ini,” paparnya.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement