Tertembak di Kepala, Jenderal "Kaus Merah" Koma

|

Mayjen Khattiya yang tertembak (Foto: AFP)

Tertembak di Kepala, Jenderal

BANGKOK - Mayor Jenderal Khattiya Sawasdiphol yang membelot untuk mendukung aksi protes kelompok anti pemerintah Thailand, tertembak pada bagian kepalanya Kamis 13 Mei malam waktu setempat. Insiden ini terjadi bersamaan bentrokan baru yang pecah di lokasi protes di Bangkok.

Mayjen Khattiya yang beberapa jam sebelumnya mengancam untuk mengambil alih kepimpinan "Kaus Merah" dari para pemimpinnya yang moderat, diduga terkena tembakan yang dilepaskan oleh penembak jitu militer Thailand.

Insiden itu berlangsung setelah "Jenderal Merah" tersebut melakukan wawancara dengan wartawan lokal serta asing. Khattiya pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hua Chiew setelah ditembak. Putri jenderal pendukung "Kaus Merah" itu memastikan jika ayahnya saat ini dalam kondisi koma. Demikian diberitakan The Nation, Jumat (14/5/2010).

Penembakan Khattiya terjadi bersamaan dengan berlangsungnya kerusuhan yang merebak di tempat bertahannya massa "Kaus Merah". Kerusuhan itu sendiri disebabkan oleh ledakan misterius yang terjadi dan disertai penembakan dan suara kembang api.

Sekira 20 orang dikabarkan terluka dalam insiden. Namun pada Kamis 3 Mei tengah malam, dokter dari Erawan Centre, Petchong Kamjornkarn memastikan hanya tiga orang yang terluka dalam insiden terbaru kali ini, termasuk Jenderal Khattiya.

Pemimpin "Kaus Merah" menyembunyikan berita tertembaknya Khattiya dari para pendukungnya selama beberapa jam. Sebelumnya hubungan Jenderal bintang dua ini dengan beberapa pemimpin "Kaus Merah" memanas, setelah beberapa dari pemimpin menunjukan kesediaannya untuk melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah.

Khattiya yang juga dikenal dengan sebutan "Seh Daeng" (Komandan Merah), sempat melayangkan ancaman melakukan perang ditengah proposal rekonsiliasi dari Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.

Meskipun dikenal sebagai pendukung "Kaus Merah", Khattiya tidak pernah terlihat di dalam hirarki politik kelompok yang juga pendukung dari mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra tersebut.

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tanggap Darurat, Pejabat Daerah Boleh Minta Beras ke Bulog