Cak dan Ning Surabaya 2010

|

Ilustrasi: ist.

Cak dan Ning Surabaya 2010

SURABAYA(SI) – Tadi malam benar- benar menjadi momen paling membahagiakan bagi Purnama Sena Aryananda dan Veronica Sabathania. Keduanya dinobatkan menjadi Cak dan Ning Surabaya 2010. Bersama 14 pasang finalis lainnya, mereka adalah para pemuda dan pemudi berkualitas yang pada satu tahun ke depan akan menjadi duta wisata Kota Surabaya.

Pada grand final yang digelar di Taman Surya tadi malam, Cak Sena dan Ning Veronica berhasil menyisihkan 28 peserta lainnya untuk menjadi yang terbaik di ajang Pemilihan Cak dan Ning 2010. Nuansa persaingan yang ketat sangat terasa saat para finalis mendapat pertanyaan dari panitia. Satu per satu mereka menjawab dengan tenang, tegas dan langsung pada inti permasalahan.

Dari sesi ini, juri mengambil 4 Cak dan 4 Ning untuk diuji lagi di sesi grand final.Mereka adalah empat orang Cak dan Ning dengan nilai tertinggi,yaitu dari penilaian selama masa karantina yang digabung dengan nilai dari jawaban di atas panggung tadi malam. Keempat Cak adalah Rama Yusron Harbiansyah, Willy Prasetyadi, Achmadi Bambang, dan Purnama Sena Aryananda.Sementara keempat Ning di sesi akhir ini adalah Veronica Sabathinia,Dyah Savitri Pritadrajati, Erlita Rizqy, dan Fitra Ayu Dewi.

Keempat Cak diberi pertanyaan sama yaitu tentang cara mereka mempromosikan old Surabaya dalam nuansa modern. Pertanyaan ini sesuai tema promosi wisata Surabaya tahun ini, “Dynamic Haritage”.Jawaban Cak Sena yang mengusulkan pemanfaatan gedung-gedung kuno lebih fungsional rupanya menjadi nilai lebih bagi para juri. Ia juga menjawab dengan bahasa Inggris.Ternyata tidak sia-sia,penobatannya sebagai Cak Surabaya juga menjadi kado ulang tahunnya ke-21, tepatnya pada 14 Mei ini.

Di sesi Ning, pertanyaan yang diberikan tentang pelestarian kesenian tradisional ludruk. Kali ini jawaban Ning Veronica yang ingin mendorong pengembangan ludruk lewat media massa menjadi jawaban yang dinilai tertinggi oleh juri. Ketiga grandfinalislain masingmasing terpilih menjadi Wakil Cak dan Ning. Untuk Wakil I Cak Surabaya 2010 dan Wakil I Ning Surabaya 2010 jatuh pada Achmadi Bambang dan Fitria Ayu Dewi.

Sementara untuk Wakil II Cak Surabaya 2010 dan Wakil II Ning Surabaya 2010 diraih Willy Prasetyadi dan Erlita Rizqy, sedangkan Wakil III Cak Surabaya 2010 dan Wakil III Ning Surabaya 2010 adalah Rama Yusron Harbiansyah dan Dyah Savitri Pritadrajati. Untuk Cak dan Ning Surabaya Persahabatan 2010 yang dipilih oleh para finalis saat di karantina jatuh pada Achmadi Bambang dan Amalia Nur Masitah.

Keduanya dipilih karena memiliki karakter ramah dan peduli terhadap rekanrekannya. Mereka dinilai bisa merekatkan rasa perkawanan dan persaudaraan di antara sesama peserta selama mengikuti berbagai acara di ajang karantina. Kebetulan mereka berdua adalah Pak Lurah dan Bu Lurah selama karantina.

Di sisi lain, untuk kategori Cak dan Ning Berbakat 2010 diraih Adrian Kristyanto Adi dan Amalia Nur Masitah.Keduanya dinilai sangat berbakat di bidangnya masing- masing. Mereka dinilai saat karantina pada malam bakat,Rabu (12/5) malam lalu,sedangkan kategori Cak dan Ning Favorit pilihan pembaca lewat polling di harian Seputar Indonesia terpilih Tubagus M Yusuf, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, sebagai Cak Favorit Surabaya 2010 dengan jumlah pengirim 13.785 orang atau meraih sekitar 40,45% dari 34.080 polling yang masuk ke redaksi SI.

Untuk Ning Favorit Surabaya 2010 terpilih Ajeng Fitria Maharani. Mahasiswa Unair ini meraih 17.565 suara polling kiriman pembaca atau 31% dari 56.340 potongan koran untuk polling. Prosesi Pemilihan Cak dan Ning 2010 tadi malam dimulai dengan tampilnya para peserta yang melakukan fashion show dengan mengenakan busana batik untuk para Cak dan gaun malam untuk para Ning.

Acara disusul dengan tampilnya para penari dari Sanggar Gito Maron dengan Tari Nyambih Pelteng.Tarian yang digubah oleh Dimas Pramuka Admaji ini bernuansa Madura, menceritakan tentang keunikan,kemolekan,dan kecantikan wanita Madura saat mengambil air di sebuah telaga. Setelah itu,para finalis kembali hadir di hadapan para pengunjung dengan baju kebesaran mereka.

Acara ini disusul tanya jawab antara peserta dengan para juri. Juri yang bertugas pada grand final kali ini sama seperti saat peserta melewati acara meet the judges di lokasi karantina. Mereka adalah enam orang pakar yang sangat kompeten di bidangnya, yakni Aribowo (pakar budaya),Pinky Saptandari (pakar komunikasi dari Unair), Ninik Silalahi (pakar etika dan kecantikan), Guntur Tampubolon (Ketua STPB), dan Sonny Radji (perancang busana). Pinky Saptandari menyatakan, para finalis tadi malam sebenarnya sudah menjadi para pemenang.

Penentuan posisi dan gelar yang disematkan hanyalah simbol untuk merangsang tumbuhnya kompetisi. Sebab, setelah lepas dari ajang ini, tugas para Cak dan Ning adalah sama, yaitu menjadi pemasar bagi Surabaya sebagai kota tujuan wisata. Sementara Sonny Radji menyatakan, penampilan yang baik memang menunjang keberadaan seorang duta wisata.Karena itu, tadi malam penampilan memiliki poin tersendiri.

Namun, Sonny menegaskan kembali, inner beauty yang dibangun dari luasnya wawasan para duta wisata ini menjadi hal penting dan harus diperhatikan benar oleh para peserta. Tentang pemilihan Cak dan Ning Favorit, Kepala Biro Harian Seputar Indonesia Jawa Timur, Ermansyah Rachman, menyatakan, semuanya dari para pembaca setia harian SI yang mengirim potongan koran berisi polling.

“Kami membuka kotak polling selama empat hari sejak Selasa (11/5) hingga Jumat (14/5) pukul 10 pagi kemarin.Ada yang memberikan suara untuk Cak saja atau Ning saja, tapi juga ada yang memberi suara untuk Cak dan Ning.Itu tadi hasilnya,”ungkapnya.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pemerintah Suriah Terus Gempur Pemberontak