tragedi sukhoi

Pertemuan Gubernur Dunia di Aceh Didemo

Salman Mardira - Okezone
Selasa, 18 Mei 2010 14:00 wib

BANDA ACEH – Pertemuan perdana Gubernur dunia untuk membahas soal iklim dan hutan dunia atau Governour’ Climate and Forest (GCF) 2010 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (18/5/2010) diwarnai demo.

Seratusan aktivis peduli lingkungan hidup berunjukrasa di depan Hotel bintang lima itu, mempertanyakan manfaat pertemuan GCF. Mereka juga menolak penjualan karbon hutan Aceh kepada international.
 
Aksi unjukrasa itu nyaris ricuh karena massa mencoba masuk ke ruang pertemuan namun dihalau oleh puluhan polisi dan Satpol PP. Aksi dorong pun terjadi hampir sepanjang aksi berjalan.
 
Kordinator aksi Effendi menyatakan, pihaknya ingin bertemu dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Hutan untuk mempertanyakan manfaat pertemuan itu. “Kami ingin jumpa Irwandi, ingin menanyakan apa manfaat pertemuan ini bagi rakyat dunia,” ujarnya.
 
Massa yang dalam aksi ikut menggelar konser jalanan mengecam rencana Pemerintah Aceh menjual karbon dihasilkan hutan di sana kepada dunia internasional. “Hutan adalah peninggalan nenek moyang kami untuk anak cucu kami, bukan untuk dijual,” kata Effendi.
 
Sebelumnya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan akan membahas salah satunya penjualan karbon hutan Aceh dan hasilnya akan diperuntukkan kemaslahatan masyarakat lokal sekitar hutan.
 
Menurut pendemo, penjualan karbon itu hanya akan memperkaya pejabat dan masyarakat sekitar hutan tetap miskin. ”Masyarakat sekitar hutan tidak pernah dilibatkan membahas masalah yang begini,” sebut Ayub Yusuf, orator massa lainnya.
 
Mereka mengecam upaya negara-negara maju yang ingin membeli karbon-karbon hutan di negara berkembang seperti Indonesia. Menurut mereka, untuk mengatasi perubahan iklim dan pemanasan global negara-negara kaya harus mengurangi emisi gasnya, bukan dengan meminta ’dilayani’ oleh negara-negara berkembang yang punya hutan luas.
 
Massa juga mempertanyakan moratorium loging alias jeda tebang diberlakukan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk menyelamatkan hutan Aceh. Menurut pendemo, itu belum berjalan maksimal karena masih ada penjarahan hutan di Aceh.
 
Aksi unjukrasa itu tak menganggu pertemuan GCF 2010. Hotel Hermes Palace dijaga ketat aparat bersenjata lengkap menyulitkan pengunjukrasa masuk ke ruang pertemuan.

(teb)