BANDUNG – Puluhan rumah warga korban banjir mengalami kerusakan akibat berbulan-bulan terendam luapan air Sungai Citarum.
Hingga kini sedikitnya sudah 17 rumah di Kampung Cieunteung, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung ambruk dan puluhan lainnya rusak berat.
Kondisi serupa juga dialami rumah warga korban banjir di Kampung Leuwibandung, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, di mana banyak dinding rumah warga yang jebol diterjang banjir dan terancam ambruk.
Menurut Agus (40), warga Kampung Cieunteung RT03/20, hingga kemarin, sedikitnya rumah warga yang ambruk dan rusak berat bertambah lima unit. Sementara sejumlah rumah lainnya di RT02/20 terancam hal yang sama. ”Dari data yang dihimpun pihak kecamatan saja, rumah yang ambruk dan rusak berat mencapai belasan unit. Sampai sekarang bertambah lima unit,” kata Agus.
Rumah Agus sendiri saat ini dalam kondisi rusak berat di mana bagian dindingnya terancam ambruk. ”Kalau rumah sudah pada rusak berat begini, banyak juga warga yang meminta relokasi, mau bagaimana lagi? Untuk memperbaikinya pun perlu biaya mahal. Kalau pun diperbaiki, tahun depan banjir datang lagi pasti rusak lagi,” kata dia.
Sebagian besar warga di Kampung Cieunteung terpaksa tinggal di pengungsian. Warga tak bisa mendiami tempat tinggal mereka karena genangan air diperkirakan cukup lama surut. Agus mengatakan, jangankan untuk mendiami rumah, untuk melihat kondisi rumah pun warga kesulitan.
Transportasi yang bisa digunakan untuk menjangkau Kampung Cieunteung hanya sampan atau perahu. ”Warga banyak yang tinggal di pengungsian, rumah mereka dibiarkan saja,” ungkap Agus. Banjir di kampung tersebut masih pada ketinggian 1,5 meter di titik terdalam. Namun, genangan air di sejumlah jalan raya mulai menyurut.
(Dadan Muhammad Ramdan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.