Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Diancam via SMS, 5 Aktivis Cirebon Lapor Polisi

Ibnu Saechu , Jurnalis-Minggu, 13 Juni 2010 |22:17 WIB
Diancam via SMS, 5 Aktivis Cirebon Lapor Polisi
Ilustrasi
A
A
A

CIREBON - Mendapat SMS ancaman dari pihak yang tidak bertanggung jawab, sejumlah aktivis yang terlibat aksi demonstrasi bersama Sultan Kanoman Sultan Muhammad Emirudin ke balai kota Cirebon belum lama ini, melapor ke Mapolresta Cirebon, Minggu (13/6/2010).

Lima aktivis yang mendapat SMS ancaman tersebuat adalah Subhanudin Alwy, Ketua Dewan Kesenian Cirebon (DKC), Ujang Kusuma Atmawijaya, koordinator aksi unjuk rasa, Dedi Setiawan dari forum aktivis '80, Masril Arizal, Forum Masyarakat Peduli Cagar Budaya Cirebon (Formal CBC), dan Khaerudin Imawan, wartawan Trans TV.

"Laporan ini terkait lima SMS yang dikirim pada orang yang ikut aksi menegur Walikota bersama Sultan Kanoman tempo hari," kata Subhanudin Alwy yang juga budayawan Cirebon, di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Cirebon.

Menurutnya, ancaman yang ditujukan kepada dirinya dan sejumlah aktivis yang terlibat dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu yang lalu sudah mengarah kepada kekerasan dan intimidasi.

"SMS tersebut menunjukkan bahwa oknum pengirimnya tidak menunjukkan sikap yang elegan. Menurut saya, kritikan terhadap pemerintahan yang dilakukan sultan bersama puluhan elemen masyarakat merupakan hal wajar, bahkan menjadi suatu keharusan dalam kehidupan bernegara," jelas Alwy.

Hal senada disampaikan Ujang Kusuma Atmawijaya, eks koordinator aksi unjuk rasa di Balai Kota. Dia menilai ancaman terhadap sejumlah aktivis tersebut merupakan pembunuhan karakter.

"Ini merupakan salah satu bukti kegagalan pemerintahan Subardi. Kedatangan kami bersama sultan di balai kota kemarin hanya untuk menegur walikota agar memperbaiki kinerjanya. Lalu, apakah kemudian setiap sikap kritis harus dibantah dengan ancaman?" kata Ujang.

Dia menilai ancaman terhadap sikap kritis masyarakat tersebut, selain membungkam demokrasi juga bisa kontra produktif dengan apa yang sedang di bangun dalam pemerintahan Cirebon saat ini.

Kiriman SMS yang diterima kelima aktivis berisi ancaman yang intinya agar mereka jangan kritis terhadap pemerintahan Kota Cirebon saat ini. "Jika besok masih berkeliaran mengkritik kerjaan bapak Subardi, kamu akan menyesal. Senjataku siap merobek isi perut kamu, aku tau di mana kamu," kata Ujang membaca SMS yang diterimanya.

Hingga Minggu sore, kelima aktivis ini masih menjalani pemeriksaan di ruang 1 Unit penyidikan Mapolresta Cirebon.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement