Wow! Pijat Plus di Pekanbaru Hanya Rp100 Ribu

|

ilustrasi (gettyimages)

Wow! Pijat Plus di Pekanbaru Hanya Rp100 Ribu

PEKANBARU - Sarana ajang berbuat mesum di Pekanbaru, Riau sepertinya kian menjamur. Saat ini, yang lagi banyak di kunjungi adalah panti pijat maupun salon kecantikan yang menyediakan tempat untuk berbuat asusila.  

 

Bukan sudah menjadi rahasia umum lagi, kawasan yang bernama Jundol yang berlokasi di Kecamatan Tenayan Raya adalah salah satu tempat merupakan sarana pijat plus. Sarana ini tentunya dilakoni oleh wanita cantik-cantik dan masih muda yang jumlahnya puluhan orang .

 

Anehnya, lokasi Jundol ini terletak di kawasan padat penduduk. Namun tidak membuat masyarakat risih ataupun melakukan pencegahan. Hal itu layaknya menjadi hal yang biasa bila setiap hari pria hidung belang mendatangai tempat itu hanyak untuk menikmati kesenangan sesaat bersama wanita-wanita penghibur.

 

Candra (25), bukan nama sebenarnya, mengaku telah beberapa kali mendatangi tempat hanya untuk menikmati nafsu seksualnya. Untuk bisa menikmati servis dari wanita tersebut, dia cukup merogoh kocek ratusan ribu saja.

 

“Biasanya tarifnya sekitar Rp100-250 ribu sekali main. Tapi kita puas, bahkan jika kita sudah berlanggananan tarifnya bisa lebih murah,” katanya kepada okezone, Senin, (14/6/2010).

 

Namun biasanya para pria hidung belang yang kebanyakan dari kalangan pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, hingga pejabat ini tidak langsung mendapatkan pelayanan seksual, tetapi terlebih dahulu disuguhi pejatan-pijatan dan obrolan nakal dari wanita-wanita yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa.

 

“Misalnya satu rumah panti pijat itu ada enam orang dan tentu ada mucikarinya, kita tinggal pilih mana yang kita suka. Jika sudah ada kita langsung dibawa ke kamar yang sudah disediakan. Dia kemudian melakukan pemijatan dan melakukan perbincangan ke arah dewasa,” tukasnya.

 

Kawasan yang diyakini sebagai tempat pijat plus juga tidak hanya dikawasan Jundol saja tetapi juga berada di berbagai tempat di Pekanbaru. Walau Pemertintah Kota Pekanbaru sering melalukan razia, namun tidak membuat mereka jera. Mungkin karena razia yang digelar hanya sekadar gertak sambal. Terlebih berembus kabar, aparat juga mendapat setoran dari prakrek esek-esek terselubung itu.

 

“Saat ini panti pijat semakin menjamur, atau mungkin ini imbas segera ditutupnya lokalisasi Teleju sehingga mereka beralih ke tempat salon kecantikan maupun panti pijat,” kata Eko warga lainnya.

(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Akhirnya Korban Jembatan TIM Berhasil Dievakuasi