JAKARTA - Sikap keras Partai Golkar untuk mengusulkan dana aspirasi Rp15 miliar per Dapil berujung pada indikasi retaknya hubungan partai koalisi. Partai Amanat Nasional (PAN) bahkan meminta Golkar untuk mundur dari koalisi jika ngotot mempertahankan usulan tersebut.
Statemen tersebut disampaikan Ketua DPP PAN Bara Hasibuan dalam rilis yang diterima okezone. Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengaku kaget.
"Saya tidak tau kenapa mengusir kami dari Setgab. Kami terkejut ada ekspresi yang agak berlebihan dari politisi PAN. Kami malah menghargai Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindra tapi kok PAN berrlebihan ngusir-ngusir kami," ujar Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6/2010).
Priyo menyayangkan sikap PAN. Padahal, lanjutnya, hubungan Golkar dengan partai berlambang matahari itu baik-baik saja.
"Ini ada apa? Kalau ada masalah sampaikan saja, kok geram secara politik. Hubungan saya dengan Hatta baik-baik saja, bahasanya tolong dilunakkan," imbuhnya.
Priyo menilai sebagai teman koalisi sikap PAN terlalu berlebihan. Padahal PDIP yang jelas-jelas bersebrangan tidak berlebihan dalam menanggapi sesuatu.
"Seperti PDIP mengkritik itu biasa. Kalau ketemu Mas Pram kami rangkul-rangkulan," kata dia.
Sebelumnya, Ketua DPP PAN Bara Hasibuan mengatakan langkah Golkar dalam mengusulkan dana aspirasi Rp15 miliar per Dapil akan merusak koalisi.
"Ini bisa menyebabkan koalisi pecah. Namun, untuk menjaga pemerintah bisa melayani rakyat, ada baiknya Golkar mundur dari koalisi," tukas Bara.
(kem)