JAKARTA- Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sudah akan memasuki usia setahun pada November nanti. Dalam pidatonya kemarin, SBY mengisyaratkan kemungkinan mengevaluasi kabinet dan mengganti menteri yang kinerjanya tidak memenuhi standar.
Terkaitu hal tersebut, Partai Keadilan Sejahtera optimistis kadernya yang berada di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II tidak akan dicopot.
"PKS tidak pernah pesimis. Meski kita didera dengan persoalan mendasar soal Century, yang menyangkut pejabat tinggi negara kita dan isu lain,” ujar Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal di sela-sela Musyawarah Nasional II PKS di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Sabtu (19/6/2010).
Menurut dia, evaluasi oleh Presiden adalah hal wajar. Apalagi, sebelumnya telah ada kesepakatan antara Presiden dengan para menteri mengenai target dan sasaran yang ingin dicapai pemerintah.
Dalam keterangannya kepada pers di Istana Cipanas, kemarin, Presiden Yudhoyono mengatakan dirinya akan mengevaluasi kinerja menteri. “Kita lihat nanti, apakah setelah evaluasi memenuhi apa sudah mencapai kinerja dan pakta integritas,” katanya.
“Kalau tidak memenuhi ada dua macam, sifatnya ringan bisa diperbaiki kalau tidak, apakah mendasar atau kurang sedikit, bisa diberikan koreksi, koseling, bimbingan,” paparnya lagi.
Meski demikian, Presiden meminta agar kabinetnya diberi kesempatan untuk bekerja, karena belum sampai setahun. “Belum genap setahun. Mereka sedang bekerja,” tandasnya. (abe)
(ful)