Hari Jumat, Hari Selingkuh PNS Nakal

|

ilustrasi (AFP)

Hari Jumat, Hari Selingkuh PNS Nakal

DENPASAR - Di kalangan pegawai negeri sipil (PNS) di Bali, istilah "Jumat selingkuh" sempat populer bahkan sudah bukan rahasia umum lagi.  

 

Maklumlah, oknum abdi negara yang nakal ini biasanya memanfaatkan jam olahraga pada hari Jumat, untuk berkencan dengan teman kerja hingga atasannya sebelum pulang ke rumah.

 

Meskipun citra miring itu perlahan mereda setelah kegiatan olahraga senam pagi bersama pada hari Jumat, tidak lagi diadakan sejak tahun 2008, tetap saja ada celah bagi mereka yang ingin memanfatkan jam kantor untuk berkencan. Kini, senam pagi dikembalikan ke unit kerja masing-masing, mengantisipasi dimanfaatkannya olahraga pada hari Jumat sebagai ajang selingkuh.

 

Sebelumnya, setiap seminggu sekali tepatnya hari Jumat para PNS di Bali, melaksanakan senam bersama di lapangan terbuka sebut saja di Lapangan Renon, Denpasar atau di lapangan Debes Kabupaten Tabanan. Senam yang dimulai sekira pukul 06.00 Wita hingga 07.00 Wita dengan kostum olahraga, para pegawai jajaran dan lingkungan pemda dapat berkumpul bersama.

 

Namun kesempatan itu justru dijadikan alasan sementara pegawai yang terlibat affair dengan rekan sekerja hingga atasannya, baik sekadar janjian makan hingga berkencan. "Paling olahraganya cuma satu jam lah, selebihnya banyak waktu luang bisa dimanfaatin untuk ketemuan," ujar seorang PNS di Tabanan dalam sebuah kesempatan kepada okezone belum lama ini.

 

Pria dengan inisial S ini mengaku, menjalani perselingkuhan dengan teman PNS dari Denpasar, dan kerap memanfatkan hari jumat untuk kencan.

 

Mereka bisa leluasa keluyuran untuk kencan, karena biasanya setelah senam pagi, benar benar waktu bebas bahkan para pegawai bisa tidak lagi kembali ke kantor masing-masing atau langsung pulang. Sementara ada yang memanfaatkan sisa waktu sampai pukul 12.00 Wita untuk mengatur jadwal kencan.

 

Cara ketemuan cukup gampang, lewat komunikasi ponsel, pasangan selingkuh itu bisa mengatur jadwal yang tentunya masih jam dinas hingga pukul 12.00 Wita terkadang lebih sampai pukul 14.00 jika ada tugas atau lembur.

 

"Saya tetap pakir mobil di kantor, saya tinggal ke jalan menunggu dia menjemput pakai motor," kata pria berkumis ini. Modus seperti ini dilakukan untuk mengelabuhi orang, dengan mobil yang diparkir di kantor, menandakan dirinya masih berada di kantor.

 

Tempat untuk adu syahwat sesaat, tidaklah terlalu sulit, banyak hotel melati atau pondok wisata, bertebaran di pinggiran dan kota Tabanan. Biasanya, para pasangan selingkuh ini memilih tarif kamar "shortime" dua jam yang perjamnya dihitung Rp30 ribu.

 

Aksi selingkuh S dengan sesama PNS di Denpasar itu akhirnnya terbongkar dan sanksi administratif hingga teguran dilayangkan atasannya. Meski begitu, S tidak kapok juga, dia memilih sementara tiarap, sembari melihat situasi aman dan sewaktu waktu bisa mengulangi petualangan asmaranya.

 

"Ya sama-sama tahulah, dia juga punya keluarga saya juga punya keluarga, yang penting bisa menjaga, ini untuk selingan saja," ujar S yang beristrikan seorang guru itu.

 

Lain lagi cerita Ketut S seorang pria yang memiliki selingkungan PNS di Denpasar, dia memang tidak selalu memanfaatkan hari Jumat yang relatif sepi dari rutinitas kerja, melainkan kapan saja jika ada kesempatan dan sama sama butuh, langsung janjian.

 

"Di Denpasar kan banyak penginapan hotel, ya langsung aja janjian ketemu sebentar, paling satu dua jam cukup pengobat kangen aja," kata pria berpostur tinggi yang tinggal di Denpasar Barat ini.

 

Dia menuturkan, tak jarang PNS terlibat cinta lokasi dengan rekan kerja di kantornya. Hal ini agaknya diakibatkan intensitas pertemuan di kantor, yang membuat mereka bisa jatuh hati satu sama lainnya.

 

Bahkan dia punya tips untuk mengenali wanita wanita yang kerap bermain "api" ini biasanya mereka memakai kain pantai panjang untuk menutupi bawahan seragam dinasnya, serta jaket saat keluar kantor.

 

"Jadi tidak kelihatan mencolok, identitasnya tertutupi. Sebagian besar pegawai yang kencan itu memanfaatkan jam kerja, sebab saat sudah di rumah relatif sulit keluar, tentu akan terpantau oleh istri atau suaminya," kata dia.

 

Tindakan menyimpang ini juga dilakukan tidak hanya dengan sesama rekan kantor, bahkan dengan atasan pun pernah terjadi di Denpasar dan Tabanan. "Sudah bukan rahasia lagi di kantor itu, ada pegawai staf wanita mau selingkuh dengan pimpinanya agar mendapat promosi jabatan," ujar sebuah sumber yang dekat dengan pejabat di Denpasar. Motif perselingkungan itu memang beragam, ada yang diiming-imingi jabatan hingga diberikan harta benda berharga oleh atasannya.

 

Agaknya berbicara perselingkuhan di antara rekan kerja, seolah tak ada habisnya dan selalu tumbuh berkembang seiring perjalanan manusia. Terlebih longgarnya pengawasan pihak lembaga kantor tempat PNS, semakin menyuburkan praktek tak sehat di kalangan abdi negara itu.

 

"Ya kami tidak mungkin mengurusi dan mengawasi 24 jam pribadi masing-masing, sepanjang tidak ada laporan keberatan dari pihak keluarga ya kita hanya bisa mengimbau dan mengingatkan mereka agar tidak melakukan tindakan tidak terpuji semisal selingkuh," kata Kabag Humas dan Protokol Provinsi Bali I Ketut Teneng.

(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi : Media Boleh Kritik, Asal..