getting time...

Isu Penculikan Anak Resahkan Orangtua

Rabu, 23 Juni 2010 04:05 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

BOJONEGORO – Isu penculikan anak benar-benar membuat orangtua siswa sekolah TK di Bojonegoro resah. Apalagi, isu itu terus menyebar melalui SMS.

Pihak kepolisian mengaku masih menenulusuri pesan singkat tersebut, karena sejauh ini tidak ada penculikan anak di wilayah Bojonegoro.

Kabar tentang penculikan anak itu beredar di kalangan orangtua siswa sepekan terakhir. Dalam SMS yang menyebar itu, di antaranya berisi maraknya penculikan anak usia TK dan SD. Pelaku menggunakan mobil APV silver dan berkeliaran di sekolah-sekolah dan tempat bermain anak.

“Saya punya SMS itu. Tapi langsung saya hapus. Saya takut sendiri,” kata Umi, salah satu orangtua siswa warga Kelurahan Sumbang, Bojonegoro, kemarin.

Tak hanya Umi, hampir semua orangtua mengamini kabar menakutkan itu. Apalagi, kabar yang menyebar, penculik mengambil organ tubuh anak untuk dijual. “Semua orangtua siswa bingung. Jangan-jangan benar ada. Malah orang-orang bilang kalau di Bojonegoro sudah ada korbannya,” katanya.

Bahkan isu itu juga sudah diterima Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bojonegoro. Ketua IGTKI Bojonegoro Sri Rejeki mengaku sudah mendengar isu itu.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya sudah memerintahkan semua kepala sekolah TK untuk memantau siswa, khususnya yang menjemput saat pulang sekolah. “Kita sudah koordinasi dan perintahkan. Harus ada petugas khusus yang menjaga anak saat pulang sekolah sampai dia dijemput keluarganya,” katanya.

Selain itu, IGTKI juga merencanakan akan menerapkan kartu jemput yakni menyerupai id card. Kartu itu nantinya akan dipegang orangtua siswa dan dibawa setiap kali akan menjemput anak.

“Kalau tidak bawa kartu jemput, dia dilarang membawa anaknya. Kecuali sudah orangtua akhirnya mengetahui itu. Ini langkah antisipasi kita. Karena, banyak guru yang juga khawatir,” kata Sri Rejeki yang juga kepala TK Pertiwi.

Sementara itu, dikonfirmai terpisah Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Suprapto mengakui pihaknya juga dibuat repot dengan isu penculikan anak tersebut. Sampai sekarang di Bojonegoro belum ada kasus itu. Pihaknya sudah meminta Polsek untuk mencari kebenaran isu tersebut. “Di Bojonegoro tidak ada penculikan anak. Itu SMS yang sumbernya belum jelas siapa,” katanya.

Pihak kepolisian meminta orangtua tidak terlalu mempercayai isu tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap meminta orangtua waspada jika ada orang yang hendak berbuat jahat terhadap anak. Polres memastikan, belum ada laporan anak hilang atau di culik. “Kalau ada yang diculik kan pasti melapor ke kami. Dan sampai sekarang belum ada,” tegas AKP Suprapto.
(Nanang Fahrudin/Koran SI/ram)

  • Wayan Sudarsa » 0 Tanggapan
    Masyarakat jangan termakan isu-isu yang dapat meresahkan, sehingga dapat menimbulkan polemik yang semakin besar di masyarakat luas, karena hingga saat ini Pihak Kepolisian belum menerima laporan kehilangan anak seperti isu yang selama ini di sebar terhadap orang yang tidak bertanggungjawab tersebut.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • siswanto jens » 0 Tanggapan
    Saya berharap Polisi bertindak ekstra dlam kasusu ini. Dan semoga Tuhan memisahkan para penculik dengan orang yang disayanginya selamanya. Supaya dia bisa merasakan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mars » 0 Tanggapan
    Hukum Berat Mereka Menculik lalu ada Info baru, lalu dibunuh dan organtubuhnya dijual keluar negri sperti Mata, da anggota tubuh lainnya, pelakunya banyak dari wanita, maka segera saja, berlakukan seperti perlakuan tidak hanya teroris saja yg diuber2 spereti ini, mereka juga menculik dan membunuh, segera diburu secepatnya, mereka meresahkan ibu2 dan anak sekolah TK, SD, dll. Tuntaskan agar mereka jera, dan hukum berat
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.