getting time...

Andi Nurpati Pilih Demokrat karena Jodoh

Selasa, 22 Juni 2010 10:29 wib
Andi Nurpati (Foto: njowo.multiply.com)
Andi Nurpati (Foto: njowo.multiply.com)

PILIHAN anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati bergabung dengan Partai Demokrat, memunculkan polemik di masyarakat. Satu sisi, Andi dinilai mencoreng independensi KPU. Namun di sisi lain, pilihan itu dinilai sebagai hak politik Andi.

Sebenarnya, apa yang ingin dilakukan Andi melalui kendaraan baru tersebut? Berikut Harian Seputar Indonesia dengan mantan guru pembina Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Model Kota Bandar Lampung, itu.


Sejak kapan Anda bergabung dengan partai politik?

Sebenarnya saya sudah sejak lama bergaul dengan orang-orang partai. Bahkan sebelum ada tawaran dari Partai Demokrat ini, ada tawaran dari beberapa partai lain dan ada partai yang menawarkan setelah Pemilu 2009. Tapi, itu tidak saya tanggapi.


Kenapa lebih memilih Partai Demokrat?

Pertimbangan memilih Partai Demokrat karena jodoh dan saatnya tepat, ketika saya sudah siap masuk parpol. Beda dengan sebelumnya yang masih banyak sekali pertimbangan.
 

Apa alasan sehingga Anda dipilih menjadi pengurus?

Sampai sekarang saya tidak tahu persis kenapa dipilih menjadi pengurus DPP Partai Demokrat. Tapi, mungkin karena beliau memperhatikan kinerja saya di KPU atau mungkin ada pertimbangan lain yang saya belum ketahui. Sampai saat ini Mas Anas Urbaningrum tidak menjelaskan. Saya juga sebelumnya tidak pernah ketemu. Anas aktif di HMI, saya dahulu juga aktif di organisasi mahasiswa.


Kabarnya Anda dipilih masuk Demokrat sebagai representasi ormas tertentu (Muhammadiyah)?

Saya sudah sangat lama bergelut di bidang independen dan ormas. Saya dari Muhammadiyah dan berarti memiliki latar belakang Muhammadiyah. Tapi, latar belakang keluarga saya sebagian besar dari Nahdlatul Ulama (NU). Di organisasi lain seperti pengurus HMI, hingga sekretaris provinsi KNPI, Komnas Perlindungan Anak, dan beberapa lainnya. Dari dulu saya memang senang berorganisasi.


Apa tidak kesulitan harus memulai karier di partai dari awal?

Saya sudah mengamati parpol sejak reformasi 1998. Saya lebih tertarik lagi karena parpol adalah penguasa tertinggi. Parpol banyak berperan dan memengaruhi negara demokrasi, bahkan dalam segala bidang pembangunan. Jadi pemahaman saya soal parpol sudah cukup lah.


Seberapa besar tantangan di Partai Demokrat?

Di Partai Demokrat, kami akan melakukan perubahan atau reformasi. Harus disadari bahwa Partai Demokrat adalah penguasa di Indonesia. Di partai besar ini, saya bisa secara bersama-sama dengan pengurus yang lain melakukan perbaikan pembangunan kebijakan di Indonesia. Saya garis bawahi pengurus lain, karena kerja di partai harus saling bersinergi dan mendukung.


Apa langkah penting yang harus segera dilakukan?

Kita harus mulai berpikir strategi pemenangan Pemilu 2014. Kita harus menatap ke depan bahwa kemenangan itu sangat terbuka. Banyak yang perlu dibenahi, seperti apakah Demokrat sudah cukup terbuka dalam menyuarakan visi, misi, dan program. Kemudian apakah pada Pemilu 2014 masih melihat penokohan atau program, dan banyak lagi pertanyaan penting yang harus kita jawab untuk membangun partai ini, sebab Pemilu 2014 akan sangat berbeda dengan sebelumnya.

 
Apa Anda yakin sukses di partai ini?

Saya selalu optimistis dalam mengambil keputusan. Sejak awal diajak masuk oleh Mas Anas, saya menjawab dengan terima kasih dan bangga diberi kepercayaan. Soal sukses atau tidak, itu banyak hal yang memengaruhi. Tapi, dulu Andi Malarangeng pernah di KPU kemudian sukses masuk Demokrat. Anas juga begitu, semuanya berhasil. Jadi tidak ada salahnya mengikuti beliau.


Ada pertimbangan lain masuk partai?

Namanya hidup, umur kita kan bertambah tua.

 
Bekal terjun ke partai dan berkecimpung dalam politik praktis?

Saya memiliki latar belakang sebagai figur independen yang cukup kuat. Bahkan saya aktif di ormas lebih dulu dibanding Mas Anas.


Tapi kenapa Anda tidak ingin menyelesaikan di KPU?

Anjuran, tawaran, bahkan desakan agar tetap menyelesaikan tugas di KPU memang ada. Saya menghargai dan menghormati usulan itu. Tapi,saya harus mengambil pilihan dan umur saya jalan terus, dan banyak hal yang ingin saya perbuat untuk bangsa ini. Kewenangan KPU sebenarnya sangat terbatas. Kalau kelebihannya KPU bisa membuat regulasi. Sedangkan di partai, ada jalur kewenangan membuat undang-undang.


Bagaimana Anda berperan dalam membuat kebijakan di Partai Demokrat nanti?

Kalau kebijakan partai kan lebih luas dan bisa masuk ke berbagai lini. Jadi, peran saya harus mengkomunikasikan satu lini dengan yang lainnya. Membantu di divisi terkait pemilu dan seterusnya. Soal ini, saya cukup menguasai, paling tidak saya cukup mengetahuinya.

 
Di sisi lain, bagaimana Anda di KPU sekarang?

Sampai sekarang masih tercatat sebagai anggota KPU. Untuk mundur kan harus ada SK (surat keputusan) dulu dan melalui prosedur keabsahan. Prosesnya pun harus ada keputusan presiden (keppres), karena logikanya saya diangkat menjadi anggota KPU oleh presiden dengan keppres, dan diberhentikan juga harus dari keppres.

(muh sahlan/Koran SI/lam)

  • patriot » 0 Tanggapan
    cukup tiga kata : harusnya andi MALU.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Megi Budi S, SE » 0 Tanggapan
    Yang diharapkan masyarakat saat ini menjelang Pemilu mendatang, Apapun Partainya, siapapun Pemimpin/Kepala Daerahnya. Adalah mereka2 yang Pro Rakyat dari sekarang dan Memiliki Hati Nurani untuk Sejahterakan Rakyat Indonesia. Partai mamupun calon Pemimpin harus sama2 berjuang menghadapi masalah Sosial, Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan yang masih banyak dihadapi dan dirasakan oleh Rakyat Indonesia. Partai, Wakil rakyat dan Pemerintah, dipilih dan diberi mandat oleh Rakyat dengan harapan untuk peduli dan benar2 terfokus untuk Kesejahteraan Rakyatnya. Bukan untuk kepentingan Partai/Golongan, Pribadi, maupun Politik. Kampanye mendatang Rakyat Indonesia tidak akan lagi percaya terhadap Partai maupun Calon Pemimpin, yang berjanji pada saat Kampanye ! tetapi mereka akan menilainya dari sekarang. Demikian semoga masa depan Rakyat Indonesia akan menjadi lebih baik. Salam
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Abdullah » 0 Tanggapan
    yang membela Andi kan yang pro PD. Tapi menurut aku Andi Nurpati tidak lebih dari PELACUR jalanan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • vofvon.sirgar » 0 Tanggapan
    pantas aj demokrat menang pemilu... ternyata ini yang dijanjikan... gak malu..menjilat air ludah lu sendiri
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Prihandoyo Kuswanto » 0 Tanggapan
    Jika kita memahami persoalan Andi Nurpati , maka kita akan melihat sosok pemimpin yang pada umum nya di negeri ini , tidak berkarakter dan ingkar janji , sebelum menjadi anggota KPU tentunya sudah tau dan melakukan pilihan bahwa KPU itu independen , sekarang rakyat bisa merasakan bahwa kemenangan Demokrat dan SBY , sulit untuk diingkari ada nya ketidak netralan anggota KPU , dengan demikian buat Andi mungkin tidak ada masalah , tetapi bagi KPU telah terjadi degradasi kepercayaan publik , pelajaran yang cukup mahal jika KPU tetap ingin dipercaya oleh rakyat.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.