PILIHAN anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati bergabung dengan Partai Demokrat, memunculkan polemik di masyarakat. Satu sisi, Andi dinilai mencoreng independensi KPU. Namun di sisi lain, pilihan itu dinilai sebagai hak politik Andi.
Sebenarnya, apa yang ingin dilakukan Andi melalui kendaraan baru tersebut? Berikut Harian Seputar Indonesia dengan mantan guru pembina Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Model Kota Bandar Lampung, itu.
Sejak kapan Anda bergabung dengan partai politik?
Sebenarnya saya sudah sejak lama bergaul dengan orang-orang partai. Bahkan sebelum ada tawaran dari Partai Demokrat ini, ada tawaran dari beberapa partai lain dan ada partai yang menawarkan setelah Pemilu 2009. Tapi, itu tidak saya tanggapi.
Kenapa lebih memilih Partai Demokrat?
Pertimbangan memilih Partai Demokrat karena jodoh dan saatnya tepat, ketika saya sudah siap masuk parpol. Beda dengan sebelumnya yang masih banyak sekali pertimbangan.
Apa alasan sehingga Anda dipilih menjadi pengurus?
Sampai sekarang saya tidak tahu persis kenapa dipilih menjadi pengurus DPP Partai Demokrat. Tapi, mungkin karena beliau memperhatikan kinerja saya di KPU atau mungkin ada pertimbangan lain yang saya belum ketahui. Sampai saat ini Mas Anas Urbaningrum tidak menjelaskan. Saya juga sebelumnya tidak pernah ketemu. Anas aktif di HMI, saya dahulu juga aktif di organisasi mahasiswa.
Kabarnya Anda dipilih masuk Demokrat sebagai representasi ormas tertentu (Muhammadiyah)?
Saya sudah sangat lama bergelut di bidang independen dan ormas. Saya dari Muhammadiyah dan berarti memiliki latar belakang Muhammadiyah. Tapi, latar belakang keluarga saya sebagian besar dari Nahdlatul Ulama (NU). Di organisasi lain seperti pengurus HMI, hingga sekretaris provinsi KNPI, Komnas Perlindungan Anak, dan beberapa lainnya. Dari dulu saya memang senang berorganisasi.
Apa tidak kesulitan harus memulai karier di partai dari awal?
Saya sudah mengamati parpol sejak reformasi 1998. Saya lebih tertarik lagi karena parpol adalah penguasa tertinggi. Parpol banyak berperan dan memengaruhi negara demokrasi, bahkan dalam segala bidang pembangunan. Jadi pemahaman saya soal parpol sudah cukup lah.
Seberapa besar tantangan di Partai Demokrat?
Di Partai Demokrat, kami akan melakukan perubahan atau reformasi. Harus disadari bahwa Partai Demokrat adalah penguasa di Indonesia. Di partai besar ini, saya bisa secara bersama-sama dengan pengurus yang lain melakukan perbaikan pembangunan kebijakan di Indonesia. Saya garis bawahi pengurus lain, karena kerja di partai harus saling bersinergi dan mendukung.
Apa langkah penting yang harus segera dilakukan?
Kita harus mulai berpikir strategi pemenangan Pemilu 2014. Kita harus menatap ke depan bahwa kemenangan itu sangat terbuka. Banyak yang perlu dibenahi, seperti apakah Demokrat sudah cukup terbuka dalam menyuarakan visi, misi, dan program. Kemudian apakah pada Pemilu 2014 masih melihat penokohan atau program, dan banyak lagi pertanyaan penting yang harus kita jawab untuk membangun partai ini, sebab Pemilu 2014 akan sangat berbeda dengan sebelumnya.
Apa Anda yakin sukses di partai ini?
Saya selalu optimistis dalam mengambil keputusan. Sejak awal diajak masuk oleh Mas Anas, saya menjawab dengan terima kasih dan bangga diberi kepercayaan. Soal sukses atau tidak, itu banyak hal yang memengaruhi. Tapi, dulu Andi Malarangeng pernah di KPU kemudian sukses masuk Demokrat. Anas juga begitu, semuanya berhasil. Jadi tidak ada salahnya mengikuti beliau.
Ada pertimbangan lain masuk partai?
Namanya hidup, umur kita kan bertambah tua.
Bekal terjun ke partai dan berkecimpung dalam politik praktis?
Saya memiliki latar belakang sebagai figur independen yang cukup kuat. Bahkan saya aktif di ormas lebih dulu dibanding Mas Anas.
Tapi kenapa Anda tidak ingin menyelesaikan di KPU?
Anjuran, tawaran, bahkan desakan agar tetap menyelesaikan tugas di KPU memang ada. Saya menghargai dan menghormati usulan itu. Tapi,saya harus mengambil pilihan dan umur saya jalan terus, dan banyak hal yang ingin saya perbuat untuk bangsa ini. Kewenangan KPU sebenarnya sangat terbatas. Kalau kelebihannya KPU bisa membuat regulasi. Sedangkan di partai, ada jalur kewenangan membuat undang-undang.
Bagaimana Anda berperan dalam membuat kebijakan di Partai Demokrat nanti?
Kalau kebijakan partai kan lebih luas dan bisa masuk ke berbagai lini. Jadi, peran saya harus mengkomunikasikan satu lini dengan yang lainnya. Membantu di divisi terkait pemilu dan seterusnya. Soal ini, saya cukup menguasai, paling tidak saya cukup mengetahuinya.
Di sisi lain, bagaimana Anda di KPU sekarang?
Sampai sekarang masih tercatat sebagai anggota KPU. Untuk mundur kan harus ada SK (surat keputusan) dulu dan melalui prosedur keabsahan. Prosesnya pun harus ada keputusan presiden (keppres), karena logikanya saya diangkat menjadi anggota KPU oleh presiden dengan keppres, dan diberhentikan juga harus dari keppres.
(muh sahlan/Koran SI/lam)