MONTEVIDEO - Media Uruguay mendesak asosiasi sepakbola nasional untuk meminta maaf kepada Timnas Inggris menyusul dianulirnya gol Frank Lampard pada laga kontra Jerman, Minggu (27/6/2010) lalu.
Tim Panser Jerman menghabisi Inggris 4-1 untuk merebut tiket babak perempat final Piala Dunia 2010. Miroslav Klose, Lukas Podolski, serta Thomas Mueller (2) bergantian menjebol gawang David James.
Anak-anak asuh Fabio Capello sebenarnya sempat menyamakan kedudukan 2-2 di babak pertama. Sayang, tendangan Lampard ke gawang Manuel Neuer beberapa saat setelah header Matthew Upson tidak dianggap gol oleh wasit Uruguay, Jorge Larrionda.
Keputusan itu disambut berang para pemain dan suporter, terutama setelah tayangan ulang memperlihatkan bola telah melewati garis gawang. Dianulirnya gol gelandang Chelsea disebut-sebut menjatuhkan mental skuad Three Lions dan memungkinkan Der Panzer kembali mengobrak-abrik pertahanan mereka di babak kedua.
Harian terkemuka Uruguay,
El Pais, kini mendesak AUF (Asociacion Uruguaya de Futbol) meminta maaf kepada masyarakat Inggris atas kesalahan fatal Larrionda.
Daily Mail melansir, Selasa (29/6/2010),
El Pais menerbitkan berita utama dengan judul "Atas Nama Sepakbola: Maaf". Dalam berita tersebut, pihak surat kabar pun berharap ofisial melakukan hal serupa dan mengirimkan surat permintaan maaf kepada FA Inggris.
(van)