JAKARTA - Istilah tikus yang disebutkan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, menuai protes dari sejumlah politisi dari partai lain. Namun partai berlambang Pohon Beringin itu mengaku tidak bermaksud menyinggung partai manapun.
“Itu dimaksudkan untuk internal Golkar. Bahwa Golkar itu tidak mudah melakukan segala sesuatu itu dengan tidak ada dasarnya. Misalnya, kerja keras dulu, visi yang jelas, jangan sampai asal menghantam dan jangan cepat reaktif,” ujar Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (6/7/2010).
Meski mendapat kritikan dari politisi parpol lain, Setya mengaku komunikasi politik dengan parpol lain masih berjalan dengan baik.
“Kerja sama dan komunikasi kami tetap baik. Istilah itu hanya untuk internal kami saja, tidak ada maksud lain,” ungkap Setya.
Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, sebelumnya, dalam rapat koordinasi pemenangan Pemilu 2014 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, mengatakan Sekretaris Gabungan Koalisi bukan jebakan politik.
Ical juga mengemukakan, prinsip yang harus dipegang semua elemen partai adalah seperti tikus. “Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus-gigit, ngendus-gigit. Jangan langsung gigit, nanti kalau dipukul bisa mati,” jelas Ical.
(ton)