GUNUNG KIDUL - Kemiskinan kerap membuat banyak orang tidak mempunyai pilihan hingga rela mengambil sebuah keputusan yang salah.
Inilah yang dialami pasangan Sarimin dan Suparti, warga Desa Kepek, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Keluarga ini harus rela merelakan salah satu anak kembar yang baru dilahirkan dibeli orang lain lantaran tidak mampu membayar biaya persalinan rumah sakit sebesar Rp5 juta.
Karena belum membayar biaya persalinan, bayi kembar mereka sempat tertahan di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari selama beberapa hari. Untuk menutupi biaya persalinan, pihak rumah sakit meminta agar Suparti merelakan salah satu bayi kembarnya dijual kepada orang lain.
Suparti pun mengaku sedih kehilangan salah satu anak kembarnya yang belum sempat diberi nama dibeli orang lain.
"Kan miskin nggak punya anu diberi apa-apa itu," jelas ibu bayi yang tak mampu menahan kesedihan.
Kisah pilu yang dialami pasangan Sarimin-Suparti menjadi potret buram warga miskin di Indonesia yang dipaksa memilih berpisah dengan darah dagingnya sendiri. Kondisi memprihatinkan seperti ini tak seharusnya terjadi jika ada kepedulian serta tanggung jawab pemerintah daerah setempat memperhatikan nasib warganya.
(Lukas Didit/RCTI/teb)