Sutiyoso Yakin Tak Ada Lawan di Pilpres 2014

|

Sutiyoso (Foto: Dok Okezone)

Sutiyoso Yakin Tak Ada Lawan di Pilpres 2014
DENPASAR - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso memastikan diri ikut dalam perhelatan Pilpres 2014 mendatang. Dia pun optimistis menang sebab sudah tak ada lagi lawan terberatnya.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, hanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dianggap rival terberatnya.

"Mungkin banyak yang bertanya, kenapa dulu pernah nongol dalam pencapresan kok tiba tiba menghilang," aku Sutiyoso dalam temu kader yang dihadiri seluruh pengurus provinsi, kabupaten dan kecamatan se-Bali di Denpasar, Minggu (11/07/2010).

Dia mengungkapkan, layaknya stretegi militer, di mana dirinya sebagai mantan anggota pasukan baret merah (Kopasus), tentunya mengetahui kapan saatnya harus bertempur melawan musuh dan kapan harus menyerah.

"Waktu Piplres lalu, saya yakin calon incumbent (SBY) tidak bisa dikalahkan, karena itu lebih baik saya mundur," ucapnya.

Langkah tersebut sebagai strategi paling realistis sebab dengan memperhitungkan kekuatan lawan maka dia merasa belum pernah kalah karena memang urung bertarung dalam Pilpres lalu. "Saya kan masih bersih, karena belum pernah kalah ikut bertarung," dalihnya.

"Pilpres 2014 nanti saingan berat kita (SBY) sudah tidak ada lagi karena sesuai aturan tidak memungkinkan untuk dicalonkan kembali," katanya.

Karena tidak ada saingan beratnya itulah, kata dia, kini saatnya dia turun dalam gunung dengan syarat partainya mampu memenuhi ambang batas perolehan kursi di parlemen (PT) yakni 2,5 persen.

"Sewaktu saya Panglima Kodam Jaya Kasdamnya Pak SBY sampai beliau bisa menjadi Presiden, berarti saya termasuk pembina yang baik kan? Saya, satu satunya gubernur yang mengalami lima kali presiden, saya dua kali menjadi Gubernur di DKI, memimpin mulai tukang batu sampai Presiden, jadi saya sudah menjadi pemimpin kecil-kecilan," selorohnya.

Bang Yos, sapaan akrabnya, juga menyatakan sebagai pemimpin dia telah membuktikan mampu mengelola rakyat DKI selama 10 tahun dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari peningkatan pendapatan APBD DKI Jakarta yang semula hanya Rp1 Triliun meningkat menjadi Rp21 triliun. "Makanya saya bisa membebaskan biaya pendidikan dan biaya kesehatan orang miskin," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Sutiyoso juga menyatakan, setelah dilantik sebagai Ketua Umum PKPI, dia akan langsung tancap gas berkonsolidasi ke bawah dengan pergi ke kabupaten Aru yang tengah menghelat Pemilukada. "Berkat doa semua kader di sini Alhamdulillah kader kita menang di Pemilukada Aru," sebut dia.

Dia juga menjelaskan, Bali sebagai kota kedua yang disinggahi untuk menggelar pertemuan konsolidasi dengan semua kadernya karena Pulau Dewata tersebut sangat stretegis dan memiliki gaung cukup luas di dunia internasional.

"Bali tempat bergengsi setelah Ibukota Jakarta, maka pamor seorang pemimpin akan naik selangit jika bisa diterima di Bali karena itu akan menjual. Saya amat memberi perhatian kepada Bali. Setiap tahun saya akan tanya berapa jumlah anggota PKPI ke pengurus di Bali," tambahnya. (ded)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Selingkuh, Novi Tewas Ditangan Suami