NGANJUK - Dua bus pariwisata asal Kebumen, Jawa Tengah, dan Jombang, Jawa Timur, dini hari tadi bertabrakan di Jalan Raya Nganjuk, Jawa Timur. Tiga orang tewas dan 18 menderita luka-luka dalam insiden ini.
Tabrakan terjadi sekira pada Minggu (11/7/2010), sekira pukul 03.00 WIB dini hari di depan Mapolsek Bagor, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.
Sejumlah penumpang histeris dan menangis, petugas pun langsung melakukan evakuasi. Sementara itu, korban luka-luka belum bisa dilarikan ke rumah sakit terdekat dan terdampar di halaman Mapolsek Bagor.
Suasana semakin mencekam karena supir kedua bus nahas itu terjepit dan tidak bisa dikeluarkan. Dua penumpang yang duduk tepat di belakang supir, tewas mengenaskan.
Setelah sempat menjalani perawatan, seorang sopir Bus Pariwisata Karyajasa bernama Suwardiono, akhirnya meninggal dunia.
Sementara dua korban tewas lainnya adalah Lukman Hakim, Kepala Pengadilan Agama Jombang, dan Sri Ema Umiyanti (48), Kepala SDN Muning Kecamatan Karanganyar, Kebumen.
Sejumlah saksi mata menuturkan, kedua bus pariwisata ini mengangkut rombongan guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah. Bus ini melaju cukup kencang dari arah Bali menuju Jawa Tengah.
Saat melintas di depan Mapolsek Bagor, tiba-tiba bus oleng ke kanan dan menabrak bus pariwisata dari arah berlawanan yang mengangkut rombongan dari Yogyakarta menuju Jombang. Para penumpang terkejut saat dilihat kondisi depan bus sudah hancur.
Sejumlah penumpang menduga supir bus dengan tujuan Kebumen ini mengantuk sehingga bus yang dikendarainya oleng.
Sopir kedua bus yang terjepit dan kedua penumpang yang tewas baru bisa dievakuasi tiga jam kemudian. Sebanyak 18 korban luka-luka berat langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dan RSUD Nganjuk. (bul)
(Mukhtar Bagus/Global/ton)