JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa saja merombak susunan kabinet dalam waktu beberapa bulan ke depan. Hal ini dilakukan sebagai imbas dari kinerja sejumlah kementrian/lembaga yang merosot di tahun pertama pemerintahan.
"Ada pemanasan awal di mana UKP4 mengajukan rapor merah kerja menteri. Kita lihat bagaimana perubahannya di bulan Juli sampai September, kalau ada perbaikan mendasar mungkin menterinya bisa dipertahankan. Kalau nggak ada tidak mustahil resuffle dilakukan," ujar Pengamat Politik Ikrar Nusa Bakti usai menghadiri diskusi di Press Room DPR, Senayan, Jakarta, Senin (12/7/2010).
Ikrar menilai, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden SBY layaknya sinetron. Ikrar yakin di tahun pertama pemerintahan SBY-Boediono akan terjadi resuffle.
"Pertanyaanya apakah kabinet yang akan dibentuk itu tetap seperti sekarang yaitu, partai a dapat kursi dan partai b dapat kursi, atau atas dasar penilain profesionalisme di kabinet," imbuhnya.
Kalau Presiden SBY tetap mengutamakan zaken kabinet dari pada kursi di parlemen, bukan mustahil resuffle nanti akan lebih semarak.
"Akan ada prokontra parpol karena kursinya diambil berkurang. Kan kabinet bukan soal menteri-menteri saja, tapi tuntutan parpol dan menjadi bagian," katanya.
(kem)