JAKARTA - Fraksi PDIP menyambut baik rencana konfederasi partai politik (parpol) dalam Pemilu 2014 mendatang. Namun, partai berlambang banteng bermoncong putih itu enggan bergabung dalam konfederasi.
“Kami konsentrasi dulu ke partai. Saya kok masih belum ngeh, ini modelnya kayak apa. Karena di Undang-Undang disebutkan hanya partai politik yang berhak mengikuti pemilu, bukan gabungan parpol. Saya setuju dan menyambut baik karena suara yang tidak lolos PT (Parliamentary Threshold) tidak akan hilang,” ujar anggota F PDIP Ganjar Pranowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/7/2010).
Menurut Wakil Ketua Komisi II ini, konfederasi parpol merupakan wacana lama yang kembali dibangkitkan. Ganjar mengaku dirinya pernah dihubungi salah satu petinggi parpol dan membicarakan masalah ini.
“Saya tanya modelmu kayak apa? Dia jawab, ‘Saya baru ngelempar Mas, belum tahu kayak apa’. Menurut saya, kalau sebagai bahan diskusi dan merangsang pemikiran, sih nggak apa-apa,” ucap Ganjar.
Dari pada rumit, Ganjar mengusulkan agar parpol-parpol yang sejalan dengan konfederasi parpol ini bergabung saja.
“Paling bagus merger saja dari sekarang, dari pada ribet-ribet, tapi yang visi dan misinya sama. Kami sudah pernah membahas ini sebelumnya, jadi nggak kaget lagi,” jelasnya.
Untuk bergabung pun, kata Ganjar, tidak mudah karena dibutuhkan kebesaran jiwa dari elit parpol itu sendiri.
“Kalau rakyat sih nggak peduli. Mungkin akan alot dinegosiasi. Tapi kalau cocok dengan platform partainya, ya silakan saja bergabung,” tandasnya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.