getting time...

Dapat Rapor Merah, PAN Tak Akan Evaluasi Kadernya

Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone
Kamis, 15 Juli 2010 10:07 wib
presidensby.info
presidensby.info

JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) belum terpikir untuk melakukan evaluasi internal terhadap kadernya yang menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, pascadiberikan rapor merah oleh UKP4 beberapa waktu lalu.
 
 
"Sepanjang tidak ada instruksi dan informasi dari ketua koalisi yaitu Pak SBY kita belum akan melakukan evaluasi. Rapor dari UKP4 hanya kami jadikan referensi saja," ujar Sekretaris Jenderal PAN Taufik Kurniawan kepada okezone via telepon, Kamis (15/7/2010).
 
Menurutnya, partai berlambang matahari itu akan tetap meminta kadernya untuk tetap proporsional menjalankan fungsi dan tugas di kabinet. "Permasalahan UKP4 itu perlu klarifikasi lebih lanjut. Rapor merah seperti apa, apakah rapor merah menteri sebagai pembantu presiden atau rapor merah menteri sebagai mitra strategis di perlemen? Ukuran penilaiannya saja tidak jelas, ini yang akan kita klarifikasi secepatnya," paparnya.
 
PAN akan meminta klarifikasi terutama tentang kriteria penilaian yang dilakukan UKP4. "Kemarin saya sudah meminta klarifikasi kepada Menkumham. Yang membuat dia mendapat rapor merahkan hanya masalah pembangunan lapas itu saja, lah kalau dananya masih belum turun dari Kemenkeu bagaimana mau bisa dibangun? Nanti kalau memaksakan membangun dan duitnya nggak jelas sumbernya, salah lagi. Ini yang kami anggap aneh penilaiannya," jelasnya.
 
Meski begitu, pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu mengaku tidak terganggu dengan rapor merah tersebut. Hanya saja, UKP4 harus terbuka sejak awal.
 
"Kalau tiba-tiba dipublish kan menimbulkan pertanyaan, ada apa ini? Sudah begitu dia (UKP4) menyebut nama menteri ini menteri itu. Kalau memang dari awal untuk konsumsi publik, kenapa tidak dari dulu dipublish, kenapa baru sekarang," tanyanya.
 
Terkait rapor merah yang berimbas pada munculnya wacana reshuffle, PAN akan tetap optimistis, karena presiden sebagai ketua koalisi lebih memahami menteri-menteri dari parpol koalisi.
 
"Beliau lebih memahami karena mengerti betul historis koalisi hingga terbentuknya KIB II ini," pungkasnya.

(teb)