SURABAYA- Meski membantah telah membunuh Jodi (9 bulan), ternyata Vony, bibi korban, mengaku sudah biasa mengikat sekujur tubuh keponakannya itu sejak berusia enam bulan.
“Tersangka mengaku mengikat Jodi agar tidak nakal,” kata AKP Lukito Kapolsek Dukuh Pakis Surabaya, Jawa Timur, Kamis (15/7/2010).
Kata Lukito, Vony biasanya mengikat Jodi saat ditinggal memasak atau pergi. Namun sebenarnya kebiasaan ini sempat terhenti beberapa waktu lalu. Tapi perlakuan kejam Vony ini kambuh kembali saat anaknya yang bernama Selby memasuki masa sekolah. Selby anak kandung Vony yang masih berusia empat tahun ini sejak Senin lalu masuk sekolah di taman kanak-kanak di sekitar kawasan Darmo Permai.
Nah, saat akan ditinggal mengantarkan Selby, Vonny kembali mengikat Jodi. Jodi diikat di sekujur tubuhnya kemudian dimasukan ke dalam kamar. Jodi ditinggalkan Vony dalam kondisi terikat sejak pukul 09.00 WIB hingga sekira pukul 14.00 WIB.
Saat kembali, Vony bersama dengan Delby menemukan Jodi dalam keadaan menangis terisak-isak. Bayi mana yang tak akan menangis, jika selama itu diikat sehingga tak bebas bergerak. Vony pun berusaha menenangkan Jodi dengan memberikan minum susu. Namun ternyata Jodi tak juga berhenti dari tangisnya.
Merasa geram dengan kelakuan Jodi yang terus-menerus menangis, Vony memukul kepala dan pinggang korban agar diam. Tangis Jodi tenyata terus berlanjut hingga dini hari.
Yudi Susanto, suami Vony, berusaha membawa Jodi ke RS Vincentius A Paulo di Jalan Diponegoro, Surabaya. Namun sampai di RS nyawa Jodi sudah tak tertolong. "Saya tidak hafal berapa kali saya pukul. Wajahnya lebam itu karena terjatuh di kamar mandi. Mungkin juga terjatuh saat diikat," aku Vony.
Polisi menjerat Vony dengan UU tentang Perlindungan Anak serta pasal 351 KUHP jucto 338 KUHP. "Tersangka juga dinilai lalai hingga menyebabkan seseorang meninggal dunia," ujar Kapolsek Dukuh Pakis AKP Lukito.
(ful)