BANDUNG - Kasus pembunuhan sadis terhadap Sekretaris Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri Indonesia (FKPPI) Rayon Astana Anyar Willy Ilham Nuswana (42) mulai terkuak.
POM Lanud Sulaiman telah menangkap seorang anggotanya berinisial M, yang diduga terkait pembunuhan Willy. Saat ini, oknum anggota TNI tersebut kini meringkuk di sel tahanan POM Lanud Sulaiman dengan tangan dan kaki terborgol.
Menurut anggota Tim Investigasi dari FKPPI Daerah X Jabar, Adang Supriyadi, kabar tersebut diperoleh saat dia dan beberapa rekannya mengunjungi Lanud Sulaiman dan Polresta Cimahi untuk menanyakan perkembangan kasus pembunuhan Willy.
"Kami tadi ke POM Lanud Sulaiman. Di sana, kami bertemu provost-nya. Komandannya tidak ada karena sedang pergi ke luar kota. Dari keterangan anggota tersebut, diketahui bahwa POM sudah menahan Pratu M dengan pengamanan berlapis. Di dalam sel, dia diborgol tangan dan kakinya," ujar Adang di Sekretariat FKKPI Jabar Jalan Aceh Bandung, Kamis (15/7/2010) sore.
Sayangnya, kata Adang, saat ditanya alasan penahanan tersebut, anggota provost itu tidak membeberkan secara detil. "Mereka hanya mengatakan kalau oknum anggota TNI tersebut adalah orang yang terakhir kali bersama Willy saat masih hidup," kata Adang.
Adang menambahkan, anggota provost itu juga mengatakan, pada malam Jumat lalu dan pagi harinya mengembalikan motor korban ke rumahnya.
"Oknum tersebut juga sempat berkomunikasi dengan istri Willy. Jadi ada dugaan kuat, dia setidaknya mengetahui soal kejadian tersebut," katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh tim investigasi independen FKPPI, pelaku diduga lebih dari satu orang.
"Korban memegang sabuk hitam karate Dan 2. Artinya, almarhum sangat ahli dalam membela diri. Apalagi kalau satu lawan satu. Jadi, kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Soalnya korban bertemu dengan dua orang pada malam itu," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Danlanud Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo membenarkan penahanan anggotanya yang berinisial M. Menurut Gutomo, M ditahan sejak Selasa lalu. "Ya, kita sudah menahan oknum anggota. Inisialnya M. Kita tahan sejak Selasa," kata Gutomo saat dihubungi wartawan, Kamis malam.
Gutomo menambahkan, M ditahan karena merupakan orang terakhir yang bertemu dengan korban. "Kita masih lakukan penyelidikan soal keterlibatan dia dalam kasus pembunuhan ini," kata Gutomo.
(ded)