JAKARTA - Partai Kebangkita Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), disinyalir melakukan pendekatan dalam wacana konfederasi partai. Hal ini tidak disanggah oleh anggota Fraks PAN Teguh Juwarno.
"Kita sangat senang kalau bisa. Kita sangat senang kalau kita bisa perluasan," kata Juwarno kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010).
Upaya merapatkan barisan di antara kedua partai itu, menurut Teguh, dilatari persamaan basis agama. "Ada kedekatan yang baik. Dalam konteks Muhammadiyah dan NU, bisa seiring. Bisa memberikan warna Islam yang moderat," terangnya.
Teguh membantah, jika latar belakang basis agama di antara kedua partai tidak dapat disatukan. "Kita bikin sejarah. Sebenarnya sudah banyak dirintis, pasang surut. Tapi pada dasarnya basis ideologinya ke-Islaman. Ini lebih sekedar platform," jelasnya.
Lagipula, jaringan di akar rumput dari kedua basis agama partai sangat dipengaruhi oleh elit partai. "Kalau elit menunjukkan keteladanan, pasti elit (lokal) akan nurut," ujarnya yakin.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.