DENPASAR - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa BEM se-Indonesia berkumpul di Bali menggelar demo mengecam kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dinilai gagal mensejahterakan rakyat.
Aksi digelar di jalan Raya Puputan persis di depan Monumen Perjuangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Sembari menggelar spanduk dan poster kecaman atas kepemimpinan SBY yang dinilai gagal mengemban amanah rakyat.
Satu persatu perwakilan 63 BEM Indonesia naik di atas mobil bak terbuka menyampaikan aspirasi dengan latarbelakang bendera bertuliskan BEM Indonesia.
"SBY gagal mensejahterakan rakyat selama enam tahun kepemimpinannya," tandas Koordinator Pusat BEM SI Fiqi Akhmad di sela sela orasinya, Rabu (21/07/2010).
Dalam aksinya mereka menyampaikan 6 tuntutan kepada pemerintahan SBY. Enam tuntutan itu pertama pemerintah harus bertanggungjawab atas berbagai kasus ledakan tabung gas di Indonesia.
Kedua, mahasiswa menolak kenaikan tarif dasar listrik dan menuntut pemerintah untuk menjamin ketersediaan energi nasional. Ketiga mahasiswa meminta pemerintah menurunkan harga sembako dan jamin ketersediaan serta keterjangkauan sembako.
"Kemudian, kami menuntut jaminan kesejaheteraan rakyat," tegas Fiqi disambut applaus puluhan mahasiswa lainnya. Tuntutan kelima menagih janji SBY dalam hal komitmen pemberantasan korupsi.
Tuntutan terakhir mahasiswa meminta tanggungjawab SBY terhadap dampak ACFTA yang menyengsarakan rakyat. Setelah hampir dua jam berorasi mahasiswa menyanyikan lagu kebangsaan dari Sabang sampai Merauke.
Aksi ini mendapat pengawalan ketet petugas kepolisian setempat. Jalannya aksi tidak sampai mengganggu arus lalu lintas dan, masyarakat yang melintas di lokasi tampak antusias berhenti sejenak melihat aksi mahasiswa tersebut.
(teb)