JAKARTA - Polda Metro Jaya mengimbau pemberian standar keamanan bagi setiap gedung di Jakarta yang memiliki fasilitas lift. Pemasangan Closed-circuit television (CCTV) merupakan salah satu caranya.
Seperti diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/7/2010).
"Di public area sering dikunjungi masyarakat, tidak mungkin di setiap lift dijaga (security). Kalau memang itu bisa dipenuhi (kamera cctv) ya memang lebih bagus," kata Boy kepada para wartawan.
Akan lebih baik lagi, jika difasilitasi pengamanan dengan personel security. "Atau katakanlah ada tombol emergency. Ketika orang mengalami gangguan keamanan di dalam, harusnya menekan tombol press button agar bisa diketahui keadaannya di dalam," imbaunya.
Imbauan Polda seiring dengan terjadinya perampokan di lift RS Thamrin Internasional yang menimpa salah seorang karyawati salah satu stasiun televisi swasta, sekira pagi tadi.
Seperti diberitakan media massa, karyawati tersebut berusaha dirampok oleh seorang laki-laki, saat dirinya berniat membesuk kawannya yang dirawat di lantai tiga. Upaya perampokan sendiri terjadi saat lift bergerak dari lantai satu ke lantai dua.
Namun upaya perampokan tersebut gagal, saat lift berhenti di lantai dua. Karyawati tersebut berhasil mempertahankan tas yang akan dirampasnya, sementara pelaku langsung melarikan diri saat pintu lift terbuka.
Parahnya, sebelum melarikan diri, pelaku sempat melakukan kekerasan terhadap korban. Pelaku nampaknya kesal, karena tak berhasil melakukan niat jahatnya.
(hri)