PURWOREJO - Tiga kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kemarin secara terpisah disatroni kawanan perampok bersenjata.
Tiga kantor BRI itu berada di Purworejo, Banyumas dan di Bantul, DIY. Para perampok menggondol uang ratusan juta. Di Purworejo, kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah tiga orang kemarin menyatroni kantor BRI Unit Butuh, Kecamatan Butuh.
Para perampok yang membekali diri dengan tiga senjata api (senpi) genggam tersebut berhasil melumpuhkan tenaga pengaman internal BRI Butuh, Purnomo (44), warga Desa Butuh, RT 01 RW 01, Butuh. Beruntung, brankas berisi uang ratusan juta rupiah gagal dibuka para perampok. Informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 03.40 WIB.
Pagi itu Purnomo sedang terlelap di ruang tunggu nasabah. Para pelaku yang sepertinya sudah paham dengan situasi lingkungan kantor BRI Butuh tidak mengalami kesulitan masuk dari arah belakang.
“Saya terbangun karena mendengar dua kali bunyi seperti orang dongkel pintu. Saat saya akan periksa, tiba-tiba sudah ada tiga pria, masing-masing membawa senjata api,muncul dan menodong saya,” tutur Purnomo di sela-sela perawatan di RS Palang Biru, Kutoarjo, Purworejo.
Menyadari kondisi yang tidak menguntungkan, Purnomo pun hanya bisa pasrah. Dibawah todongan pistol dan ancaman akan ditembak mati, Purnomo tak berkutik ketika para pelaku mengikat kaki dan tangan, serta menutup mata dan mulutnya,menggunakan lakban.
Kendati begitu, bapak dua anak itu sempat memperhatikan ciri-ciri tubuh ketiga pelaku. “Rata-rata mereka badannya tegap dan rambutnya pendek,” ujarnya didampingi isteri Tuminah (43). Berhasil melumpuhkan Purnomo di ruang nasabah, ketiga pelaku dengan leluasa mengobrakabrik ruangan kantor BRI Butuh. “Saya memang tidak bisa melihat, tapi saya kanbisa mendengar,” kata dia.
Sebuah brankas penyimpanan uang pun terdengar dipaksa untuk dibuka.Tak berapa lama, para pelaku pergi meninggalkan lokasi kejadian.Aksi perampokan tersebut baru diketahui oleh warga sekitar sekitar pukul 06.00 WIB. “Tidak ada yang diambil, brankasnya aman. Cuma ada bekas dongkelan di dua pintu belakang,” tutur Kaur Umum BRI Unit Butuh,Sujiriyanto.
Selain di Purworejo, kawanan perampok bersenjata api kemarin juga menyatroni BRI Unit Kemranjen, Banyumas. Seperti halnya di Purworejo,kawanan perampok berhasil menggondol uang tunai Rp178 juta setelah membuat satpam bank pemerintah itu tidak berdaya.
Peristiwa perampokan itu terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Dari data yang dihimpun di lapangan, sebelum kejadian dua orang pria tiba-tiba masuk ke dalam kantor BRI Unit Kemranjen dan langsung menodongkan pistol ke arah satpam. "Mereka pura-pura menanyakan alamat. Saat saya akan jawab, tiba-tiba mereka langsung menodongkan pistol," kata Teguh, satpam BRI Kemranjen.
Teguh menambahkan, kedua pria tersebut kemudian mengikat kaki dan tanganya. Pelaku juga menutup mulut Teguh dengan lakban.Selanjutnya kedua pria itu dengan leluasa membobol brankas berisi uang Rp178 juta. Seorang saksi mata lainnya mengatakan, para pelaku menggunakan mobil Toyota Kijang Innova. Jumlah komplotan perampok tersebut sebanyak 3 orang. Tak hanya di wilayah Jateng, Kantor BRI yang menjadi sasaran para perampok juga menimpa BRI Unit Sumuran,Palbapang, Bantul. Peristiwa perampok sendiri terjadi, kemarin dinihari.
Kejadian ini diduga dilakukan oleh jaringan perampok spesialis bank antarkota, antar provinsi. Indikasinya, selain yang menjadi sasaran bank, juga dari alat bukti yang ada di tempat kejadian perkara (TKP). “Pelaku aksi ini diduga sama dengan pelaku perampokan bank di beberapa tempat. Karena ada kesamaan modus yang dilakukan seperti pelaku melakukan perampokan dengan menyekap satpam dengan menggunakan lakban warna hitam dan tali rafia warna kuning kecoklat-coklatan,” terang Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Danang Kuntadi di sela-sela olah TKP,kemarin.
Keterangan yang dihimpun, perampokan terjadi pada pukul 02.00 WIB. Saat itu perampok masuk dengan cara melompat pagar depan BRI dan langsung menuju pintu belakang serta merusaknya dengan lingis.Kemudian dari pintu belakang ini, mereka melumpuhkan Satpam Nur Wahidin (49) yang sedang berjaga malam selanjut membongkar brankas yang ada di ruang teller. Namun, brankas tersebut kosong, sehingga para pelaku berusaha membongkar pintu ruangan penyimpan Brankas yang ada di ruang tengah. Meskipun berhasil membongkar pintu tersebut.Tapi, untuk membongkar brankas mereka kesulitan,sebab brankas yang ada di dalam ruangan itu ditanam di bawah lantai.
Karena tidak mendapatkan hasil, mereka kemudian langsung melarikan diri. Setelah kawanan perampok itu pergi, Nur Wahidin yang masih dalam keadaan terbekap, berusaha menelepon kantor cabang Bantul yang berada di Nyangkringan. Sekitar pukul 02.30 WIB anggota Polras Bantul langsung menuju lokasi dan mendapati Brankas di dalam ruangan teller sudah rusak.
Satpam BMT Sumuran, Palbapan, Bantul, Sulistyo (36) yang kebetulan kantornya bersebelahan dengan BRI tersebut mengatakan sekitar jam 02.00 WIB ia melihat ada mobil hitam yang berhenti di depan kantor BRI tersebut dan tampak beberapa orang turun.
Sementara itu, Asisten Manajer Bisnis Mikro Kancab BRI Bantul, Gaib Purwata mengatakan tidak ada kerugian dalam perampokan ini, karena memang brankas yang dibongkar tidak ada isinya, hanya berisi dokumen.Selain kantor Bank BRI, kawanan perampok kemarin dini hari juga beraksi di kantor Akademi Perawatan Serulingmas Maos,Cilacap.
(Agus Joko/Koran SI/teb)