Gaji Besar, Kok Malas Sih

Minggu, 25 Juli 2010 07:16 wib
Gedung DPR (Foto: Ist)
Gedung DPR (Foto: Ist)

JAKARTA - Kesadaran anggota DPR dinilai masih rendah. Fenomena tersebut tampak dari banyaknya anggota DPR yang absen pada rapat paripurna.
 
Gambaran itu sangat ironis mengingat belakangan ini DPR kerap menuntut kebutuhannya terpenuhi, mulai dari anggaran untuk pembangunan gedung baru, penambahan tenaga ahli sampai gagasan dana aspirasi.

Koordinator Investigasi dan Investigasi pada Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok S khadafi menyatakan prihatin atas sikap anggota DPR yang suka "bolos" rapat.

Padahal, gaji yang diterima anggota DPR sangat besar anggota DPR telah memperoleh penghasilan bersih per bulan sebesar Rp62 juta untuk posisi sebagai anggota DPR, dan sebesar Rp64 juta per bulan untuk posisi ketua atau wakil ketua di badan atau panitia anggaran.

"Jadi untuk setiap tahun dengan ditambah anggaran lain-lain, maka setiap anggota DPR akan menerima gaji bersih sebesar Rp912 juta per tahun. "Gaji besar, kok malas sih," ujar Uchok di Jakarta, Sabtu (24/7/2010).

Dia menila anggota DPR lebih menonjolkan kinerja 3P menjadi pemboros anggaran, pembolos rapat, dan  provokator di publik daripada, misalnya kinerja legislasi DPR yang hanya menyelesasikan 5 UU  dari 70 UU yang direncanakan

"Sekjen DPR harus berkerja sama dengan BK (Badan Kehormatan) untuk mempublikasi nama-nama anggota yang suka boros pada saat Rapat," katanya.
 
Koordinator Indonesia Parliamentary Center (IPC) Sulastyo menilai inti permasalahan DPR ialah tidak adanya evaluasi internal, salah satunya penegakkan aturan dan kode etik. "DPR hanya punya perencanaan leigislasi," katanya.

Dengan evaluasi itu, kata dia, dapat diketahui penyebab lalu mencari solusinya. "Tidak tambal sulam seperti  tambah staf dan anggaran," ujarnya. Kondisi tersebut ditambah dengan parpol yang tidak memiliki konsep pembentukan calon anggota legislatif.
(Adam Prawira/Koran SI/ram)

  • oparidho » 0 Tanggapan
    ini adlh sindrom orang miring di gedung miring
    Beri Tanggapan Laporkan
  • epen » 0 Tanggapan
    kalau perkerjaan itu hanya hobby saja memang kita kadang2 jd anggap enteng dan tdk punya tg jwb. Sebenarnya harga diri, rasa malu dan komitmen atas kepercayaan rakyat bisa mengalahkan sebh kemalasan dan kebodohan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sujakprastyo » 0 Tanggapan
    menurut saya gaji besar atau kecil,ini tidak ada hub.dgn kerja kita,krn karakter bangsa kita udah mulai: tdk percaya terhadap temen sendiri/saling mencurigai,bkn mempermudah tpi pke semboyan ini " jk dpt diperusulit knpa tidak diprsulit,?,pokoknya negara kita rakyatnya hanya sedikit yang betul/bener contohnya saya mau mbangun warungklontong Rp.70milyar diponorogopke duwit sendiri,biaya sendiri tdk ngutang demi pembangunan negara sendiri ini aja udah di curigai : money loundry,nipu,krimminal padahal jelas uang hommennity currenty for investment jg udah di rekening lagi...???.akhirnya org yg baik jdi tak baik krna dituduh...........praduga.........dies integrsi bangsa harapan kita tidak lama lagi klo terus terusan saling teriak ...plg benar.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.